Akurat

Lewat Turnamen, Ksatria Optimis Besarnya Potensi Muaythai di Indonesia

Leo Farhan | 1 Juni 2024, 22:44 WIB
Lewat Turnamen, Ksatria Optimis Besarnya Potensi Muaythai di Indonesia

AKURAT.CO Ksatria Fight menyatakan optimisme atas besarnya potensi industri combat sport di Indonesia. Hal ini disampaikan Founder Ksatria Fight, Arif Firmansyah bahwa sebagai promotor pihaknya melihat combat sport bisa menjadi bagian dari lifestyle, fashion dan segala macam.

Sebagai sosok yang selama lebih dari 10 tahun mendalami industri muaythai, ia berinisiatif membangun network dan potensi combat sport di Indonesia, terutama muaythai.

Untuk itu, Arif bersama para punggawa muaythai lain meresmikan Indonesia Muaythai Sport (IMS) sebagai asosiasi yang menaungi sanction dan edukasi di bidang combat sport, terutama muaythai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024).

Kendati muaythai menurutnya saat ini tidak lebih terkenal dari combat sport serupa seperti boxing atau MMA, Arif yakin masih besarnya minat dan potensi pada industri ini.

"Ksatria pengen konsisten ngembangin muaythai sampai kembali lagi ke masa jayanya karena sebenarnya pasarnya sangat luas," ujarnya saat peresmian IMS.

Besarnya minat tersebut menurutnya terlihat menjelang turnamen perdana yang digelar oleh IMS pada Sabtu (1/6/2024). Tiket presale event tersebut menurut Arif sudah ludes terjual sebanyak lebih dari 120 tiket.

IMS juga bekerja sama dengan World Muay Thai Heritage Assosiation Thailand dalam penataran wasit juri muaythai dengan standar internasional.

Wasit-wasit tersebut langsung bertugas di event muaythai Ksatria X Hawkeye: The Playground Vol. II yang dilaksanakan pada Sabtu (1/6/2024) di Three Hous Club Kemang, Jakarta Selatan.

Baca Juga: BRAVE Combat Federation Kembali Gelar Kompetisi MMA, Petarung Catat Tanggalnya!

Pada partai utama, fighter muaythai pro Indonesia melawan pro fighter asal Irlandia Aaron Clarke. Turnamen diikuti 48 petarung dari kelas amatir dan profesional dengan petarung paling muda berusia 17 tahun.

Jumlah itu terdiri atas 42 petarung putra dan enam petarung putri. Para petarung tidak hanya berasal dari Pulau Jawa namun juga dari Kalimantan dan Bali, serta petarung dari Irlandia Aaron Clarke yang mengikuti camp di Indonesia.

"Event ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas fighter-fighter Indonesia, dan juga menjadikan combat sport ini ajang yang bisa diterima semua kalangan," tutur Arief.

Antusias yang sangat besar pada event itu juga menurutnya harus dikemas agar bisa diterima oleh masyarakat, serta tidak hanya melihat pertandingan melainkan juga aspek lifestyle dan komunitas terkait.

"Kalo boleh dibilang semua cabor seharusnya saling menunjang, bukan merasa kita muaythai atau boxing,tapi itu semua adalah industri dan potensi Indonesia," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya memiliki identitas sendiri agar bisa menjadi panutan di tengah perkembangan industri combat lainnya. Oleh sebab itu, lanjut Arif, Ksatria mencoba untuk tetap konsisten di muaythai.

Pihaknya akan merancang turnamen tersebut untuk bisa digelar setiap bulan sehingga semakin banyak memunculkan bakar-bakat petarung muaythai.

Trik lain, yakni dengan mematchkan fighter Indonesia dengan fighter luar. "Karena dengan begitu mereka juga melihat potensi di indonesia," tukasnya.

Kedua, membuat event muaythai semenarik mungkin. "Biasanya orang-orang weekend-an ke mall, oke (bisa) ajak ke event fight bawa anaknya, istrinya," sambung Arif.

"Kita juga butuh tempat yang nyaman buat sekeluarga, karena sekarang ini kebanyakan event combat gak ramah dengan anak dan wanita, itu yang coba kita evaluasi sehingga event combat bisa diterima oleh semua kalangan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.