Akurat Logo

Masuki Tahun Politik, Drummer ERK: Kita Tak Ingin Terus Disuguhi Sampah!

Faisal Hidayat | 29 Mei 2018, 14:10 WIB
Masuki Tahun Politik, Drummer ERK: Kita Tak Ingin Terus Disuguhi Sampah!

AKURAT.CO Tahun ini sudah masuk tahun politik. Jika pada 2017 lalu, Pilkada Jakarta dan sejumlah daerah lainnya digelar. Maka tahun depan adalah pemilihan pemimpin negara Republik Indonesia.

Dampak itu, membuat warga yang pro dengan salah satu lawan politik menjadi saling serang. Mereka saling menjatuhkan politisi yang tidak disukainya demi penilaian baik untuk jagoannya.

Band Efek Rumah Kaca (ERK) menganggap fenomena itu adalah hal yang biasa. Mereka tak cepat-cepat untuk membuat lagu yang terinspirasi dari peristiwa tersebut. Karena pada albumnya yang terdahulu, mereka telah aktif ciptakan lagu yang beraroma politik.

"Sebenarnya di album Sinestesia, kita udah bahas itu. Kayak 'Merah', kita udah ngomong politik, kematian di 'Putih', keberagaman di 'Kuning'. Itu yang terjadi sekarang kan. Konflik agama," ungkap drummer ERK, Akbar Bagus di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (26/5).

Menurutnya, lagu saja tak cukup untuk memecah kebuntuan masalah tersebut. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah sosok negarawan yang benar-benar peduli terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Para negarawan tersebut, lanjut Akbar, mereka sedang bersembunyi, tak berani menampilkan sosoknya. Mereka enggan keluar tuk tampil di hadapan publik.

"Yang sekarang nggak ada tuh tokoh kenegaraan. Jadi orang-orang baik, orang berwawasan luas, bernegarawan itu kayaknya pada ngumpet gitu. Kayak pada males keluar gitu," ujar Akbar.

Akbar mengira, mereka bersembunyi karena telah muak dengan situasi masyarakat di Indonesia yang carut-marut. Oleh karena itu, ia mengharapkan sosok negarawan tegas, yang dapat menengahi perpecahan.

Saat ini, menurutnya kita hanya dijejali sampah oleh para politisi dan rekannya yang berambisi untuk menang. Rakyat hanya disuguhi omong kosong yang menjadi daya tariknya untuk memilih mereka.

Akbar sangat kagum dengan sosok Gusdur yang bisa menengahi konflik, yang utamanya adalah masalah keagamaan. Tetapi, ia tak bisa melihat sosok tersebut saat ini.

"Yang keluar sisi miring terus yang sekarang kita konsusmsi ini. Kita jadi konsumsi sampah produksi limbah. Jadi kita kebanyakan makan omong kosong," ucap kakak Indra Bekti itu.

"Kalau dulu masih ada Alm Gusdur, masih ada yang bisa diliat. Kalau sekarang? Wah gila!" lanjutnya.

Oleh karena itu, banyak masyarakat mencari tokoh panutannya sendiri. Itu dilakukan mereka agar mendapatkan informasi yang seimbang, yang tak dijejali dengan berita miring secara terus- menerus.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.