Swifties Berduka! Konser Taylor Swift di Austria Dibatalkan karena Ancaman ISIS

AKURAT.CO Penggemar Taylor Swift di seluruh dunia dikejutkan setelah tiga konser sang bintang di Wina, Austria, dibatalkan secara mendadak menyusul konfirmasi pemerintah Austria tentang rencana serangan di lokasi acara.
Konser Taylor Swift dijadwalkan berlangsung di Stadion Ernst Happel itu diharapkan dihadiri sekitar 195 ribu penggemar, banyak di antaranya datang dari luar negeri untuk menyaksikan langsung penampilan superstar pop tersebut.
"Satu tahun penuh antusiasme hilang dalam sekejap," keluh seorang penggemar setelah penyelenggara konser mengumumkan pembatalan konser Taylor Swift melalui Instagram, kurang dari 24 jam sebelum konser pertama dimulai.
Baca Juga: PDIP Tak Khawatir Soal Isu Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024
Postingan tersebut mendapat lebih dari 5.500 tanggapan yang beragam, mulai dari pemahaman hingga kemarahan.
Banyak penggemar yang mendesak Swift untuk menyampaikan pesan langsung kepada mereka dan menjadwalkan ulang konser di ibu kota Austria tersebut.
Namun hingga saat ini, penyanyi dan penulis lagu berusia 34 tahun itu belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Pihak berwenang melaporkan pada Kamis (8/8/2024) bahwa seorang remaja Austria telah ditangkap terkait dugaan rencana serangan terhadap konser tersebut.
Diketahui juga telah membuat bahan peledak untuk serangannya dan telah bersumpah setia kepada ISIS.
Baca Juga: Lirik Lagu Cinta Terakhirku Oleh Arsy Widianto feat Syifa Hadju yang Bikin Baper
Direktur Jenderal Keamanan Publik Austria, Franz Ruf, dalam konferensi persnya mengungkapkan pria berusia 19 tahun tersebut, yang memiliki keturunan Makedonia Utara, telah membuat pengakuan penuh dalam tahanan.
Tersangka, yang namanya tidak disebutkan, merencanakan serangan mematikan di antara sekitar 20 ribu penggemar Swift yang akan berkumpul di luar Stadion Ernst Happel.
"Dia ingin melancarkan serangan di area luar stadion, membunuh sebanyak mungkin orang menggunakan pisau atau bahkan menggunakan bahan peledak yang telah dibuatnya," jelas Kepala Intelijen Nasional Austria, Omar Haijawi-Pirchner, seraya menambahkan bahwa tidak ada ancaman eksplisit terhadap konser lainnya.
Dua remaja Austria lainnya yang berusia 17 dan 15 tahun, juga ditahan pada Rabu atas rencana serangan yang digagalkan tersebut.
Baca Juga: Usai Bertemu Cak Imin, Prabowo Siap Hadiri Muktamar PKB di Bali
Menurut pihak berwenang, tersangka utama telah melakukan radikalisasi sendiri, mengubah penampilannya, dan menyebarkan propaganda Islamis secara daring.
Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Kanner, lantas menyatakan bahwa keputusan untuk membatalkan konser tersebut sangatlah tepat.
"Saya ulangi, ini telah mencegah terjadinya tragedi," tegasnya
Barracuda Music, penyelenggara konser, menyatakan bahwa semua tiket akan dikembalikan secara otomatis dalam waktu 10 hari.
Namun, bagi banyak penggemar yang telah melakukan perjalanan jauh, pengembalian dana tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya mereka.
Baca Juga: Hubungan Megawati-Jokowi Baik sebagai Pejabat Publik, Bukan Pribadi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR







