Gugatan Ressa: Denada Bongkar Bukti Perjuangan Finansial

AKURAT.CO, Penyanyi Denada merespons tudingan penelantaran anak yang dilayangkan oleh putranya, Ressa.
Melalui kanal YouTube Feni Rose Official, Denada menepis narasi tersebut dengan menunjukkan deretan bukti transfer dan percakapan pribadinya yang membuktikan bahwa dia tetap memprioritaskan kebutuhan pendidikan dan biaya hidup Ressa, bahkan di titik terendahnya sekalipun.
Komitmen di Tengah Badai Ekonomi
Bagi Denada, mengirimkan uang untuk keluarga bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk pengabdian.
Dalam sebuah pesan singkat kepada almarhumah ibundanya, Emilia Contessa, Denada menegaskan prinsipnya dalam mengelola nafkah keluarga.
"Uang untuk mama, itu ibadah aku. Uang untuk Ressa, itu tanggung jawab aku. Jadi kalau pas mama ada uang lebih, mama tabungin aja buat sendiri. Aku tetap akan kirim ke mama walaupun jumlahnya enggak tentu," ucap Denada.
Dia menjelaskan bahwa setiap tagihan pendidikan Ressa selalu dirinya selesaikan tanpa absen.
Denada menekankan bahwa komunikasi mengenai biaya kuliah Ressa dilakukan secara intensif melalui sang bunda.
"Termasuk kuliahnya, termasuk uang kuliahnya itu juga mama minta sama aku. Setiap kali ada tagihan-tagihan dari Ressa, itu di-forward ke aku. Semua uang kuliah yang mama minta, aku kirim," tegasnya.
Baca Juga: Pihak Ressa Rossano Skakmat Pengakuan Nafkah Denada: Kewajiban 23 Tahun Kemana?
Momen paling mengharukan terungkap saat Denada menceritakan kejadian Juli 2019.
Kala itu, dia sedang berjuang habis-habisan membiayai pengobatan putrinya, Aisyah, di Singapura hingga harus menjual aset-aset berharganya. Di saat yang bersamaan, muncul permintaan bantuan mendesak untuk Ressa.
"Tante Ratih waktu itu menghubungi aku, cerita bahwa Ressa sedang ada di satu situasi yang membutuhkan bantuan. Padahal saat itu aku lagi enggak ada duit, benar-benar enggak punya duit, aku lagi jual-jualin semua barang," kenang Denada.
Meski sempat ada tawaran untuk memotong jatah bulanan Ressa sebagai pengganti bantuan tersebut, Denada menolaknya mentah-mentah.
"Aku enggak pernah potong. Enggaklah, itu kan buat anak," ucapnya singkat.
Tak hanya soal biaya besar, Denada juga memperhatikan detail fasilitas belajar Ressa.
Salah satu bukti perhatiannya adalah saat dia berinisatif membelikan laptop untuk mempermudah proses studi putranya.
"Aku tanya, 'emang enggak punya laptop? Kok kasihan melihat nulis sampai sebanyak itu?' Terus aku bilang, 'aku aja yang belikan, jangan yang mahal-mahal, yang biasa aja,'" ujar Denada mengulang percakapannya dengan sang ibu.
Meski telah mengupayakan segala hal secara finansial dari balik layar, Denada tak menampik rasa sedihnya atas tudingan yang muncul.
Dengan nada lirih, dia mengakui keterbatasannya sebagai orang tua yang tidak selalu bisa hadir secara fisik.
"Aku memang enggak bisa hadir di semua momen hidupnya, tapi aku lakukan apa yang aku mampu. Cukup enggak? Enggak, enggak cukup. Aku seharusnya lakukan lebih dari itu, dan itu kesalahanku," tutupnya lesu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








