Dua Dekade Bertahan di Industri Peran, Naysilla Mirdad Bongkar Ngerinya Syuting Stripping

AKURAT.CO, Di usianya yang menginjak 37 tahun, Naysilla Mirdad masih menjadi wajah langganan di layar kaca maupun layar lebar.
Meski telah bertahun-tahun menjalani rutinitas yang sama, putri dari Lydia Kandou ini mengaku belum berniat meninggalkan dunia akting yang telah membesarkan namanya.
Baca Juga: Reuni Naysilla Mirdad dan Titi Kamal, Film Tabayyun Tayang 8 Mei 2025
Naysilla mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang masih terus mengalir dari para produser.
"Aku bersyukur ya masih eksis sampai sekarang, masih dipercaya untuk ngejalanin project-project yang baru," ungkap Naysilla Mirdad di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Bagi adik Nana Mirdad ini, setiap proyek baru adalah sekolah baru.
Alih-alih merasa bosan, dia justru menemukan keseruan dalam membedah latar belakang setiap karakter yang dia mainkan.
"Kalau jenuh justru menurut aku di industri ini seru banget karena setiap project yang berbeda kita belajar hal yang baru juga. Misalkan dari sisi psikologis setiap orang beda-beda background-nya," sambungnya.
Naysilla tidak menampik bahwa ada perbedaan beban kerja yang mencolok antara film layar lebar dan sinetron kejar tayang (stripping).
Baca Juga: Naysilla Mirdad Comeback Lagi Di Sinetron, Langsung Perankan Dua Karakter
Menurutnya, sinetron harian menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa karena durasi kontrak yang sering kali tidak menentu.
"Kalau stripping harus bisa komit waktu panjang, yang kita tuh enggak tahu nih waktu kita kerja ditentukan sampai kapan. Harus memberikan komitmen yang total banget di situ. Bukan berarti film enggak total, tapi kita tahu kapan per project itu selesai, ada timeline-nya. Kalau stripping kan ngeri ya," bebernya.
Naysilla juga mengenang masa-masa awal kariernya di mana regulasi jam kerja belum seatur sekarang. Dia mengakui bahwa kelelahan fisik adalah pemicu utama kejenuhan bagi para aktor televisi.
"Semua pemain stripping pasti pernah ngalamin masa jenuhnya. Di mana kita ketemu dengan rutinitas yang sama setiap harinya dari pagi sampai tengah malam. Kalau zaman aku syuting dulu kan bahkan dari pagi sampai ketemu pagi lagi, bahkan sampai siang nanti sorenya mulai syuting lagi. Itu kan badan pasti capek, pikiran capek, manusiawilah kalau jenuh," tambahnya.
Untuk tetap waras di tengah jadwal padat, Naysilla kini lebih selektif dalam mengatur jeda antar proyek.
Baginya, mengambil waktu untuk diri sendiri dan keluarga adalah kunci utama agar performanya tetap maksimal saat kembali ke lokasi syuting.
"Di sela-sela stripping itu pintar-pintarnya kitalah manage waktu untuk bagi ke keluarga, bagi ke hobi kita, atau bagi ke me time kita," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









