Siapa Aurelie Moeremans? Ini Profil Penulis Buku Broken Strings dan Artis yang Lagi Trending

AKURAT.CO Profil Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan publik setelah ia merilis buku Broken Strings pada akhir 2025.
Lewat karya tersebut, Aurelie tampil sebagai sosok penulis yang berani membagikan pengalaman hidupnya secara jujur, sekaligus membuka diskusi luas tentang relasi tidak sehat dan proses pemulihan diri.
Siapa Aurelie Moeremans?
Aurelie Moeremans dikenal sebagai aktris dan figur publik yang telah lama berkarier di industri hiburan Indonesia. Ia menghabiskan masa kecilnya di Belgia sebelum akhirnya menetap dan membangun karier di Indonesia sejak usia remaja.
Baca Juga: Tak Lagi Repost Dukungan di Medsos, Aurelie Moeremans Utamakan Keamanan Orang Terdekat
Sejak awal, Aurelie dikenal sebagai pribadi pendiam dan tertutup. Namun di balik citra tersebut, ia menyimpan perjalanan hidup yang penuh tantangan, termasuk pengalaman tidak menyenangkan sejak usia belia yang kemudian menjadi latar lahirnya buku memoar Broken Strings.
Awal Karier di Dunia Hiburan
Karier Aurelie di Indonesia bermula dari ajang pencarian bakat yang membawanya ke dunia sinetron dan iklan. Kesempatan tersebut menjadi pintu masuk ke kehidupan baru yang sangat berbeda dari masa kecilnya di Eropa.
Di tengah popularitas yang mulai tumbuh, Aurelie harus menghadapi tekanan besar sebagai remaja yang hidup jauh dari lingkungan asalnya. Situasi ini turut memengaruhi relasi personal yang ia jalani pada masa itu.
Isi dan Sinopsis Buku Broken Strings
Buku Broken Strings merupakan memoar yang ditulis dari sudut pandang korban. Di dalamnya, Aurelie mengisahkan perjalanan hidupnya sejak kecil, pengalaman menghadapi perundungan, hingga terjebak dalam hubungan manipulatif dengan seseorang yang usianya jauh lebih dewasa.
Dalam buku tersebut, Aurelie menggambarkan bagaimana hubungan yang awalnya tampak serius perlahan berubah menjadi relasi toksik. Ia mengalami kontrol berlebihan, manipulasi emosional, hingga kekerasan seksual yang saat itu tidak ia sadari sebagai bentuk pelanggaran.
Melalui narasi yang reflektif, Broken Strings juga menceritakan perjuangan Aurelie untuk keluar dari lingkaran tersebut dan memulihkan diri dari trauma mendalam.
Sejak dirilis, Broken Strings langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pembaca mengapresiasi keberanian Aurelie membagikan kisah pribadinya demi memberikan edukasi dan dukungan bagi korban kekerasan relasi.
Buku ini dirilis secara gratis dalam dua versi bahasa, Indonesia dan Inggris, sehingga dapat diakses lebih luas. Meski menggunakan nama samaran, kisah di dalamnya menyeret kembali isu masa lalu yang membuat nama Aurelie dan buku tersebut trending selama beberapa hari.
Lewat Broken Strings, Aurelie Moeremans tidak hanya dikenal sebagai aktris, tetapi juga sebagai penulis yang menggunakan pengalamannya untuk menyuarakan isu penting. Karyanya menjadi bentuk penyembuhan sekaligus ajakan agar masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan tidak sehat.
Melalui buku Broken Strings, Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa keberanian untuk bersuara dapat menjadi langkah awal menuju pemulihan, sekaligus memberi harapan bagi mereka yang mengalami pengalaman serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









