Akurat

Pita Suara Nadin Amizah Kaku, Sulit Bernyanyi dan Telan Air Liur

Ratu Tiara | 9 Januari 2026, 17:57 WIB
Pita Suara Nadin Amizah Kaku, Sulit Bernyanyi dan Telan Air Liur

AKURAT.CO Kabar kurang menyenangkan datang dari musisi sekaligus penulis lagu Nadin Amizah.

Melalui unggahan di media sosial pada Kamis, 8 Januari 2026, penyanyi yang dikenal lewat lagu Bertaut itu mengungkap bahwa dirinya didiagnosis mengalami kondisi medis suspect Spasmodic Dysphonia atau Disfonia Spasmodik.

Gangguan tersebut berdampak langsung pada kemampuan vokalnya serta menimbulkan ketidaknyamanan fisik saat bernyanyi maupun berbicara.

Dalam unggahannya, Nadin turut membagikan foto formulir konsultasi dari Rumah Sakit Mayapada yang menunjukkan hasil diagnosis tersebut.

Baca Juga: Nadin Amizah Marah-marah ke Dokter di Aplikasi Kesehatan, Kenapa?

Alih-alih larut dalam kesedihan, penyanyi berusia 25 tahun ini justru mengaku merasa lega. Dia akhirnya menemukan jawaban atas perubahan kualitas suaranya yang selama ini membuatnya bertanya-tanya.

“Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yang aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya. Alhamdulillah, i wasn’t imagining it... my body was indeed going through something,” tulis Nadin dalam keterangan fotonya.

Nadin kemudian menjelaskan kondisi pita suaranya yang kini terasa lebih lurus, kaku, dan kurang lentur saat bergetar. Akibatnya, dia merasakan nyeri yang cukup intens, bahkan ketika hanya berbicara dalam waktu lama.

“Baru nyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget. Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegal dan sakit vanget,” ungkap Nadin.

Tak hanya rasa sakit, perubahan karakter suara juga menjadi keluhan lain yang dia alami. Suaranya kerap terdengar berat dan serak tidak seperti biasanya.

“Suaraku tuh jadi vocal fry, Kim Kardashian, kayak cewek-cewek seksi abis ngerokok gitu. Nah masalahnya gue enggak ngerokok... Masalahnya suara gue juga normalnya enggak kayak gitu,” jelasnya dalam video klarifikasi.

Gejala lain yang dirasakan Nadin meliputi kesulitan menelan air liur saat bernyanyi, nada yang sering meleset atau fals, hingga jangkauan vokal yang semakin menyempit.

Nada-nada tinggi yang dulu bisa dicapai dengan teknik belting, kini harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi menghindari cedera pita suara.

Dari sisi mental, kondisi ini juga memberi dampak besar bagi Nadin. Dia mengaku kehilangan kenikmatan dalam bermusik karena aktivitas bernyanyi yang dulunya terasa alami kini berubah menjadi sesuatu yang berat.

“Nyanyi itu biasanya adalah sesuatu yang mudah banget bagi aku. So easy... It feels like breathing,” tuturnya. “Tapi karena sekarang susah dan aku harus effort-nya lumayan banyak, rasanya tuh kayak kerja. Feels like I have to do it,” sambung Nadin.

Istri Faishal Tanjung tersebut juga menceritakan bagaimana dirinya berusaha menahan rasa sakit saat tampil di atas panggung demi penggemarnya.

“The thing is, when I was performing, I was holding on for my dear life. Aku kayak sakiit, sakit bangeet gitu. Jadi lagu keempat kelima tuh rasanya udah kayak (tercekik),” bebernya.

Bagi Nadin, kondisi ini menjadi tamparan sekaligus pengingat agar dia tidak lagi mengabaikan anugerah suara yang dimilikinya. Dia menyadari selama ini belum sepenuhnya menerapkan teknik perawatan vokal yang benar dan sehat.

Baca Juga: Lirik Lagu Kala Sang Surya Tenggelam Milik Chrisye, Jadi Soundtrack Gadis Kretek Dinyanyikan Nadin Amizah

Meski sempat menangis histeris dan berpikir kariernya akan berakhir pada 2026, Nadin kini memilih untuk menerima kenyataan tersebut dengan sikap yang lebih positif.

“Aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery,” tegasnya. Sebagai langkah pengobatan, Nadin berencana menjalani terapi wicara serta latihan vokal secara rutin. Dia menyebut proses ini sebagai upaya untuk memulai kembali dari awal.

“Aku nganggapnya ini adalah fase belajar dari nol lagi. Anggap aku belum pernah bisa bernyanyi sebelumnya... Let’s go kita usahakan yang terbaik aja,” tutup Nadin dengan optimis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R