Akurat

Kuasa Hukum Ungkap Alasan Chat Anrez Adelio soal Minum Obat, Panik?

Ratu Tiara | 6 Januari 2026, 23:40 WIB
Kuasa Hukum Ungkap Alasan Chat Anrez Adelio soal Minum Obat, Panik?

AKURAT.CO Kehamilan seorang wanita yang menyeret nama Anrez Adelio terus menjadi sorotan publik.

Salah satu bukti yang dinilai paling memberatkan aktor tersebut adalah beredarnya pesan singkat yang diduga berisi permintaan kepada Friceilda Prillea alias Icel untuk menggugurkan kandungan.

Menanggapi hal itu, pihak Anrez melalui kuasa hukumnya tidak membantah keberadaan pesan tersebut.

Baca Juga: Profil Anrez Adelio, Aktor Sinetron yang Dituding Hamili Friceilda Prillea hingga Jadi Sorotan Publik

Namun, mereka menegaskan bahwa isi chat tersebut perlu dilihat secara utuh dari konteks psikologis kliennya saat itu.

“Kami tidak akan membantah… ada chat minum obat,” ujar kuasa hukum Anrez, Ramzy Brata Sungkar, saat dihubungi awak media, Senin (5/1/2026).

Ramzy menjelaskan, pesan tersebut muncul dalam situasi di mana Anrez tengah diliputi kepanikan dan keterkejutan setelah mengetahui kabar kehamilan Icel.

“Saya melihat dari sudut pandang saya pribadi, Anrez yang panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia,” jelasnya.

Menurut Ramzy, kalimat “kamu minum obat saja” tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai perintah atau paksaan. Dia menyebut ucapan tersebut sebagai respons spontan yang keluar tanpa pertimbangan matang.

Dia juga menegaskan tidak ada unsur tekanan, ancaman, maupun pemaksaan dalam komunikasi tersebut.

“Anrez tidak memaksakan atau adanya ancaman,” katanya.

Baca Juga: Anrez Adelio Akui Menghamili Friceilda Prillea, Terkejut Dibongkar ke Publik, Takut Didengar Anak Kecil

Lebih lanjut, pihak kuasa hukum menilai fakta bahwa janin dalam kandungan Icel masih bertahan dan dalam kondisi sehat hingga saat ini memperkuat klaim mereka bahwa tidak ada tindakan nyata yang mengarah pada pemaksaan aborsi.

“QodarAllah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini,” ujar Ramzy.

Pembelaan ini, menurutnya, akan menjadi bagian dari strategi hukum Anrez dalam menghadapi tuduhan percobaan aborsi atau pemaksaan.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum untuk menilai apakah tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai paksaan atau tidak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R