Richa Iskak Balas Kritik Soal Bekerja di Masa Idah: Anak-anak Harus Tetap Hidup

AKURAT.CO Setelah ditinggal mendiang suaminya, Gary Iskak, Richa Iskak kini menjalani peran sebagai orang tua tunggal. Namun perjuangannya kembali bekerja justru mendapat komentar miring dari sejumlah warganet yang menilai dia tidak menjalani masa idah sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Menyentuh, Pesan Perpisahan Richa Novisha untuk Gary Iskak
Richa menanggapi kritik tersebut dengan tegas. Dia menegaskan bahwa keputusan untuk kembali bekerja bukan pilihan mudah, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi demi keberlangsungan hidup keluarganya.
“Mereka tidak tahu kondisi aku seperti apa. Aku harus cari nafkah untuk anak-anak,” ujar Richa di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, dia tak memiliki kemewahan untuk berdiam diri selama berbulan-bulan tanpa pemasukan. Dia bahkan balik mempertanyakan para pengkritiknya yang tak memahami situasinya.
“Kalau aku di rumah terus, siapa yang mau kasih makan?” ucapnya.
Richa juga memastikan bahwa langkahnya untuk bekerja kembali sudah melalui pertimbangan matang. Dia telah berkonsultasi dengan orang tua dan ulama terkait hukum bekerja saat masa idah dalam kondisi seorang istri yang kini menjadi satu-satunya penopang ekonomi keluarga.
“Orang tua juga bilang tidak apa-apa. Ulama aku tanya juga tidak apa-apa,” jelasnya.
Meski suaminya telah tiada, Richa tetap menjaga kebiasaan yang dia lakukan selama Gary masih hidup. Setiap kali berangkat kerja, dia selalu berpamitan seolah suaminya masih mendengarnya.
“Setiap pagi aku bilang, ‘Yanda, Bunda kerja dulu ya,'" ungkapnya lembut.
Baca Juga: Polisi Sebut Gary Iskak Beli Narkoba Sejak Maret
Di tengah tekanan dan komentar negatif, Richa memilih fokus pada tanggung jawabnya sebagai ibu sekaligus pencari nafkah utama. Bagi Richa, menjaga keberlangsungan hidup anak-anak adalah prioritas yang tidak bisa ditunda oleh siapapun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









