Sikap Tegas Tengku Dewi: Perjuangkan Hak Anak, Bukan Cari Sensasi

AKURAT.CO, Aktris Tengku Dewi merespons soal konflik pasca perceraiannya dengan Andrew Andika.
Ia menegaskan bahwa langkahnya untuk berbicara di depan publik bukan karena ingin mencari perhatian, melainkan murni demi memperjuangkan hak anak-anaknya yang belum terpenuhi.
Baca Juga: Andrew Andika Pilih Liburan Dibanding Main dengan Anak, Tengku Dewi: Kecewa Aja
Melalui unggahan di media sosial, Tengku Dewi menjelaskan bahwa dia sudah berusaha menyelesaikan masalah secara baik-baik selama hampir satu tahun, namun tak kunjung menemukan titik temu.
“Aku enggak ada niat menjatuhkan atau cari panggung. Aku cuma memperjuangkan hak anak-anak aku, karena komunikasi baik-baik selama ini enggak berhasil,” ujar Tengku Dewi, dikutip dari akun Instagram @rumpi_ttv, Sabtu (18/10/2025).
Ia menegaskan bahwa kewajiban nafkah anak bukanlah permintaan pribadi, melainkan hak yang sudah diatur dalam putusan pengadilan setelah perceraian.
“Keputusan pengadilan kan sudah jelas anak ikut siapa dan bagaimana soal nafkah. Jadi aku di sini cuma menuntut yang memang sudah menjadi hak anak-anak,” jelasnya.
Baca Juga: Andrew Andika Bantah Tak Nafkahi Anak, Sindir Tengku Dewi
Tengku Dewi juga menyoroti lemahnya sistem hukum di Indonesia dalam melindungi hak-hak ibu dan anak setelah perceraian. Ia mengaku banyak mendengar keluhan serupa dari para ibu tunggal di sekitarnya.
“Banyak banget ibu-ibu yang curhat ke aku, mengalami hal yang sama tapi enggak bisa berbuat apa-apa. Setelah aku jadi single mom, aku baru sadar hukum di Indonesia ini lemah banget buat ibu yang berjuang sendiri,” tuturnya.
Menurutnya, tanggung jawab terhadap anak seharusnya tidak bergantung pada komunikasi atau kondisi emosional mantan pasangan, karena hal itu sudah menjadi kewajiban hukum yang tetap.
“Ini bukan soal komunikasi atau mood mantan. Hak anak itu sudah jelas, sudah diputuskan pengadilan,” tegasnya.
Dengan suaranya yang lantang, Tengku Dewi berharap langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi para ibu tunggal lain yang tengah berjuang demi hak anak-anak mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









