Michelle Ziudith Totalitas di Film Jangan Panggil Mama Kafir, Tayang 16 Oktober

AKURAT.CO Aktris Michelle Ziudith menampilkan pendalaman karakter luar biasa dalam film terbarunya berjudul Jangan Panggil Mama Kafir.
Michelle menceritakan betapa berat dan emosionalnya proses yang dia jalani demi memerankan karakter Maria sosok ibu yang berjuang di tengah konflik batin, cinta, dan keyakinan.
Baca Juga: Jadi Wanita Kantoran, Michelle Ziudith Hampir Gila
Demi menghayati peran tersebut, Michelle bahkan menjalani proses observasi selama lebih dari satu setengah bulan. Ia mendalami karakter seorang Kristiani dengan mengikuti kegiatan gereja dan memahami nilai-nilai spiritual dari sudut pandang tokoh yang dia perankan.
“Sempat ke gereja juga beberapa kali. Aku pengin benar-benar memahami bagaimana karakter ini berpikir dan merasa,” ungkap Michelle di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Lebih lanjut, Michelle mengaku merasa “dipilih” oleh naskah film ini. Ia menyebut ada banyak bagian dalam cerita yang terasa seperti pengalaman pribadinya.
“Aku baru baca seperempat skenario, tapi langsung merasa skenario ini dibuat untuk aku. Beberapa dialog kayak nyebut aku sebagai Michelle. Aku langsung bilang ke manajerku, ‘Aku mau banget main di film ini!’” tutur bintang Magic Hour itu.
Namun, tantangan terbesar justru datang ketika sutradara memintanya memerankan sosok seorang ibu seutuhnya, padahal Michelle belum pernah membayangkan hal itu dalam kehidupan nyata.
“Pak Yuka bilang ke aku, ‘Michelle, aku butuh kamu jadi seorang ibu yang benar-benar ibu.’ Itu kalimat yang berat banget buatku,” ucapnya.
Dari situ, Michelle belajar bahwa menjadi ibu bukan sekadar akting, tetapi menghadirkan perasaan cinta yang lahir dari pengalaman batin.
“Aku harus mulai dari proses bagaimana aku jatuh cinta dulu, baru bisa melahirkan cinta itu untuk anakku. Tiba-tiba saat syuting, rasa itu keluar alami banget. Aku sampai merasa, kalau perlu aku tukar nyawaku demi anakku,” kata Michelle.
Dari proses mendalam itu, Michelle justru menemukan sisi baru dalam dirinya sebagai perempuan.
“Lewat film ini aku jadi paham, perempuan memang sudah didesain untuk menjadi ibu. Aku tumbuh banyak lewat karakter ini. Bahkan aku ngerasa siap nikah kapan aja,” ujarnya sambil tertawa.
Film ini mengisahkan tentang Maria (Michelle Ziudith), seorang perempuan non-Muslim yang jatuh cinta pada Fafat (Giorgino Abraham), seorang pria Muslim. Meskipun berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda, keduanya tetap menikah dan dikaruniai seorang putri bernama Laila (Humaira Jahra).
Namun kebahagiaan keluarga kecil ini tak bertahan lama. Fafat meninggal dunia dalam kecelakaan tragis ketika Laila masih bayi. Sebelum meninggal, Fafat sempat berpesan agar Maria membesarkan Laila dengan ajaran Islam sebuah janji yang kemudian menjadi beban moral dan spiritual bagi Maria.
Baca Juga: Jadi Bos Rese, Omar Daniel Enggak Disukai Michelle Ziudith Di Serial Progresnya Berapa Persen?
Dalam perjuangannya membesarkan Laila, Maria menghadapi tekanan sosial hingga konflik dengan Ustadzah Habibah (Elma Theana), yang merasa Maria tidak mampu membesarkan anaknya sesuai amanah sang suami.
Film ini menggambarkan perjalanan seorang ibu tunggal yang berjuang mempertahankan cinta, keyakinan, dan anaknya di tengah pertentangan batin dan perbedaan agama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









