Gerakan Basmi Hama Tikus, Lucky Hakim Lepas Ribuan Ular ke Sawah

AKURAT.CO, Setelah sukses dengan program Car Free Night dan Car Free Day 3 kali seminggu di Indramayu, lagi-lagi Lucky Hakim membuat gebrakan yang “out of the box” dengan melepas ribuan ekor ular ke sawah di Indramayu.
Lucky Hakim yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu dan kerap disapa Mas Bupati mengungkapkan perang terhadap hama tikus bersama youtubers dan influencer yang juga turut menggalang gerakan melepaskan ribuan ekor ular berjenis Coelognathus Radiatus atau dengan sebutan lokal Ular Lanang Sapi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim: Bahagiakan Anak Tak Harus ke Jepang
Gerakan ini bertujuan agar ular-ular tersebut akan memangsa hama tikus yang jumlahnya sangat banyak di persawahan Indramayu yang sudah sangat meresahkan para petani dengan program Ular Sahabat Tani.
“Ribuan ular lanang sapi dan ular koros sudah kita lepas, di lokasi-lokasi yang terserang hama tikus, kasihan petani jadi gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus yang sangat banyak, ini namanya gerakan ular sahabat tani, saya juga mengajak teman-teman youtuber dan para influencer lainnya ke Indramayu untuk menyukseskan program ini untuk membantu petani,” ujar Lucky yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Dapil Bekasi - Depok, Sabtu (9/8/2025).
Ular-ular yang dilepas liarkan tersebut adalah memang ular yang habitat aslinya ada di Indramayu, namun karena sejak lama diburu dan dibunuh karena dianggap menakutkan oleh sebagian orang maka populasinya turun drastis, sehingga populasi tikus yang sebenarnya bisa terkontrol jika ada pemangsanya seperti ular, biawak dan burung hantu.
“Ini aslinya jenis ular yang juga berasal dari Indramayu, dulu tikus bisa dikontrol populasinya saat ada banyak ular, biawak dan burung hantu, tapi karena ular dianggap menakutkan maka banyak ular dibunuh, bukan hanya ular, si biawak dan burung hantu juga diburu dan ditangkap, efek dari tindakan itu maka populasi tikus menjadi banyak dan tak terkontrol,” lanjut ayah satu anak bernama Nokia Nebula Kawakibi.
Masalah hama tikus memang sudah menjadi isu besar pada sektor pertanian di Indonesia, berbagai cara dilakukan oleh petani, gerakan kampung gropyok tikus, penaburan racun, bahkan sampai pemasangan alat setrum listrik yang sangat membahayakan manusia.
“Petani resah, tikus diracun malah bahaya untuk hewan lain, digropyok warga sekampung ngejar-ngejar tikus, tapi tetep aja masih gagah si bangsa tikus itu, sampai secara ilegal dipasang setruman malah yang kesetrum manusianya sendiri, sampai banyak korban jiwa, tapi si tikus enggak ada matinya” jelas Lucky Hakim.
Lucky juga sudah melaksanakan program pusat untuk melepas burung hantu di areal persawahan Indramayu beberapa bulan lalu, namun Lucky masih menganggap bahwa masalah hama tikus ini harus ditangani secara lebih variatif dan komprehensif.
“Sempat kita laksanakan gerakan melepas burung hantu di sawah beberapa bulan lalu bersama Menteri PU saat panen raya, tapi menurut saya ini harus dilengkapi dari segala arah dan cara, kita kroyok ini tikus, karena burung hantu berburu tikus di malam hari tapi dia dari atas sambil terbang, kekurangannya adalah burung hantu enggak bisa masuk ke lubang tikus, hanya memangsa tikus dewasa yang keluyuran malam hari, sementara anakan tikus di lubang-lubangnya masih banyak, oleh karena itu maka kita gagas lagi dengan Program Ular Sahabat Tani,” bebernya.
“Sempat ada beberapa perwakilan masyarakat yang tanya, bahaya enggak Mas Bupati, saya jawab dengan bukti bawa Program Ular Sahabat Tani ini aman, ularnya tidak berbisa, jenis yang ukurannya tidak akan tumbuh besar seperti ular sanca, maksimal sebesar jempol kaki orang dewasa, panjang maksimal 1,5 meter, ini ular spesial makan tikus dan kodok, kalau lihat orang pasti ularnya kabur, seandainya ditangkap dan menggigit paling hanya lecet karena giginya kecil, bahkan sebagai bukti, saya tunjukkan video-video ular tersebut ketika menggigit tangan, hanya luka kecil dan sama sekali tidak berbahaya” ujar politisi berlatar belakang aktor, penulis sekaligus produser film dan sinetron.
Jenis ular lanang sapi memang berukuran relatif kecil dan tidak bisa tumbuh besar sehingga memudahkannya untuk masuk ke liang-liang dan lubang-lubang di sawah yang menjadi sarang dan tempat tikus berkembang biak.
Baca Juga: 7 Ular Paling Mematikan di Dunia, Jangan Dekat-dekat!
Salah satu alasan Lucky memilih jenis ular lanang sapi tersebut karena ular ini berwarna khas, cokelat kekuningan dan ada garis memanjang di punggungnya, sehingga mudah dikenali tujuannya agar tidak dibunuh oleh petani.
“Lanang sapi ini ular tidak berbisa, ukuran relatif kecil medium, enggak bisa besar kayak python atau sanca, warnanya cokelat kuning ada strip hitam di punggung jadi mudah dikenalin, supaya jangan dibunuh petani, karena ini ular sahabat tani, ular lanang sapi ini bisa makan 2 sampai 3 ekor tikus dewasa per minggunya, kalo masuk ke liang dan lubang sarang tikus maka bisa makan 10 ekor anak tikus sekaligus, alhamdulillah gerakan ini disambut baik oleh masyarakat tani dan makin banyak kelompok tani dari berbagai kecamatan meminta dilakukan pelepasan Ular Sahabat Tani, mohon doanya supaya tetap lancar dan petani bisa sejahtera,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









