Alami Arteri Kendur, Jaja Miharja Susah Berdiri Lama

AKURAT.CO Aktor dan penyanyi senior Jaja Miharja belum lama ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Beri Pantun, Jaja Miharja: Kalau Hidup Mau Berkah, Banyak Sedekah
Namun meski sudah bisa menjalani kegiatan seperti biasa, Jaja Miharja ternyata didiagnosis mengalami arteri kendur. Kondisi tersebut baru diketahui keluarga setelah Jaja menjalani pemeriksaan lanjutan ke dokter.
"Sekarang ayah kakinya bengkak pakai bracelet. Jadi arterinya ayah tuh kendor, arterinya jadi enam bulan pakai itu, kalau enggak mengecil, enggak kempes harus dilaser sampai ke paha, mudah-mudahan enggak sampai," ujar anak Jaja Mihardja, Vita di daerah Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Untuk bernyanyi, Jaja Miharja masih menyesuaikan dengan meminta tempat duduk.
"Masih kadang (kerja), ada yang minta untuk nyanyi itu masih bisa. Tapi dengan catatan duduk ya. Misalnya dia udah ngefans banget kayak kawinan-kawinan misalnya yaitu dengan catatan duduk ayahnya," ucap Vita.
Untuk pekerjaan di sinetron atau televisi, Jaja tetap mempertimbangkannya selama ada orang yang bisa membantunya berjalan.
"Kalau televisi kayak sinetron itu mesti janji. Ayah biasanya jalan begini bisa nih. Rata. Kalau turun enggak bisa. Bisa dipegangin," kata Jaja.
"Oh kalau ada yang mau ngajak (kerja) siap. Tahan-tahan juga. Yang murahan jangan (diambil)," tambahnya.
Baca Juga: Jaja Miharja: Tanggal 15 Coblos Pecinya
Saat ini, Jaja masih dalam masa pemulihan setelah sebelumnya mengalami gangguan pada paru-paru, ginjal, dan gula darah. Kondisinya berangsur membaik.
"Infeksinya udah aman, Alhamdulillah udah bersih kemarin cek laboratorium juga ke dokter juga alhamdulillah ginjalnya membaik, semua bagus. Gulanya diabetnya juga bagus. Enggak boleh makan daun-daun hijau tua," kata Vita.
"Iya, sekarang sudah (membaik). Alhamdulillah udah tinggal nunggu baiknya aja pulihnya seperti biasa," tutup Jaja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









