Korban Penipuan Aldy Maldini Bertambah, Diminta Uang dengan Alibi Donasi

AKURAT.CO Dugaan korban dari penipuan Aldy Maldini semakin bertambah. Perempuan bernama Putri Royz mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Putry mengaku pertemuan pertamanya dengan Aldy terjadi pada 2024 lalu di sebuah peresmian kafe di kawasan Bintaro.
Baca Juga: Ramai Dituding Tipu Fans, Aldy Maldini: Mohon Maaf...
Pada momen tersebut, Aldy mengaku membuka donasi untuk pengamen jalanan.
“Itu pertama dan terakhir kali aku ketemu dia. Setelah itu enggak pernah ketemu lagi, cuma sempat follow-followan di Instagram karena sempat tukeran akun waktu itu,” ujar Putry kepada awak media di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025) kemarin.
Pada mulanya, Aldy meminta Putry untuk berdonasi sebesar Rp50 ribu. Namun karena mengetahui tujuannya untuk para pengamen jalanan, Putry pun mencoba untuk berdonasi lebih banyak.
“Aku pikir niatnya baik, jadi aku transfer Rp500 ribu. Tapi setelah itu ada pesan lagi, katanya ‘kak genapin aja biar kita bisa close donasi.’ Akhirnya aku tambahin jadi Rp1 juta,” tutur Putry.
Kemudian komunikasi antara Aldy dan Putry pun terus berlanjut hingga akhirnya Aldy bercerita bahwa dirinya tengah membutuhkan dana untuk mengisi acara di Singapura.
“Aku bilang ‘ya sudah aku bantu, tapi cuma bisa Rp3 juta ya. Enggak usah dikembalikan, asal kamu bantu promosiin bisnis aku saja.’ Tapi ternyata dia enggak pernah tepati janjinya,” beber Putry.
Baca Juga: Ramai Dituding Tipu Fans, Aldy Maldini: Mohon Maaf...
Tidak ada kejelasan soal kerja sama yang dijanjikan tersebut, Putry pun mencoba mengingatkan Aldy. Namun respons yang diterimanya justru tidak memuaskan.
“Sampai Agustus aku tanya lagi, jawabannya muter-muter. Katanya sibuklah, nanti tag dululah. Tapi aku cek, enggak ada tag apa-apa. Terus dia bilang mau beli produk aku aja, padahal ini bukan soal uang lagi tapi soal kepercayaan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









