Bakal Segera Tayang, Ini Alasan Anggy Umbara Buat Film Gundik

AKURAT.CO Rumah Produksi Umbara Brothers akan merilis karya terbarunya berjudul Gundik yang segera tayang pada 22 Mei 2025 mendatang.
Baca Juga: Film Genre Horor Heist 'Gundik' Akan Hadirkan Premis Unik
Anggy Umbara selaku sutradara mengungkapkan bahwa film ini diambil saat dirinya tengah bermimpi bertemu dengan Nyi Roro Kidul.
"Kira-kira mungkin hampir 20 tahun yang lalu, saya tuh pernah mimpi ketemu Nyi Roro Kidul, beneran serius kayaknya tahun 2005 atau 2007. Pokoknya, waktu itu pernah mimpi ketemu sosok itu," ungkap Anggy saat konferensi pers perilisan official poster dan trailer Film "Gundik" di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Mengambil genre horor heist juga menjadi salah satu alasan Anggy Umbara ingin kembali ke masa jayanya.
"Dan kepikiran bahwa 'i wanna go back to my roots,' my roots itu kan film-film awal saya, salah satunya yang saya buat dulu itu film heist pertama di Indonesia. Saya ingin kembali ke sana, bikin film yang menyenangkan tapi dengan era yang sekarang," ucapnya.
Dalam perilisan official poster dan trailer, terlihat beberapa adegan yang cukup mencekam yang diterima oleh empat pencuri yakni Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Arief Didu dan Dian Sidik.
Suasana rumah yang cukup mencekam ternyata tak membuat empat perampok itu ketakutan. Namun saat mengetahui jika penghuni rumah tersebut bukanlah Gundik biasa melainkan Nyai yang merupakan seorang siluman sakti penguasa pesisir Pantai Selatan.
Baca Juga: Kepoin Luna Maya Tanpa Busana di Teaser Kedua Film Gundik, Tayang 22 Mei 2025, Seberapa Seramkah?
Official poster film tersebut juga menampilkan sosok "Nyai" (Luna Maya) yang duduk di atas bangku yang digambarkan sebagai tahta dan harta emas yang berserakan menampilkan kekayaan.
Film Gundik dibintangi oleh Luna Maya, Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Arief Didu, Dian Sidik, Rukman Rosadi, Tyo Pakoesadewo, Vonny Anggraini, dan Ratu Sofya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









