Kaget Dari Selebriti Menjadi Istri Bupati, Chaca Frederica Ternyata Sampai Datangi Psikolog

AKURAT.CO, Chaca Frederica mengaku sempat mendatangi psikolog usai menghadapi perubahan hidup yang cukup drastis. Terlebih, saat itu dirinya harus beradaptasi sebagai istri Bupati Kendal, Dico Ganinduto.
Baca Juga: Dibilang Caper! Chacha Frederica Tuai Protes Karena Salat Tidak Pakai Mukena
Hal ini lama kelamaan menumpuk di dalam batin Chacha dan memutuskan untuk meminta bantuan dari profesional.
"Beda dong konsepnya menjadi artis, celebrity, terus kemudian menjadi pelayanan publik itu kan beda gitu," kata Chacha Frederica dikutip dari instagram @rumpi_ttv, Kamis (6/3/2025).
"Belum lagi aku baru melahirkan anak pertama, belum pernah punya anak, pindah ke kota yang berbeda, yang tadinya di sini punya banyak temen, di sana belum kenal siapa-siapa," sambungnya.
Chaca merasa jika dirinya memang perlu mendapatkan penanganan dari seorang profesional. Bukan tanpa alasan, dia hanya ingin membuat sang suami nyaman di saat mengemban tanggung jawab yang besar.
"Aku rasa aku harus menjadi wanita yang sehat lahir batin untuk membantu suamiku memegang jabatan yang besar," imbuh Chacha.
"Karena di bawahnya kan ada 1,2 juta penduduk masyarakat yang harus beliau perhatikan, jadi ya akunya harus sehat lahir batin," lanjutnya.
Baca Juga: Selesaikan Kasus Saling Tendang Guru Vs Murid, Bupati Kendal Datangi SMK NU 03
Hingga kini, Chacha masih terus menjalankan pemulihan dari psikolog yaitu somatic experience dimana dia dilarang berkegiatan terlalu padat.
"Simple sih kak, karena kan itu psikolog ya. Jadi aku sekarang lagi ada somatic experience namanya salah satunya aku enggak boleh punya jadwal yang terlalu penuh," jelasnya.
"Yang tadinya kita tuh kayaknya jadwal dari pagi pada tuh syuting Islam itu Indah, misalnya wah sampai malam pokoknya pol-polin gitu. Ini enggak boleh, jadi sehari tuh paling enggak 2 atau 3 jadwal," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









