Lama Tak Terdengar Kabar, Terry Putri Kini Menjadi Pengantar Makanan di Amerika Serikat

AKURAT.CO Lama tak terdengar kabarnya, presenter Terry Putri kembali muncul dengan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya kini bekerja sebagai pengantar makanan di Amerika Serikat.
Setelah menikah dengan Derly Darmawan pada Mei 2022, ia ikut pindah ke Amerika, di mana sang suami bekerja di sebuah perusahaan senjata.
Belakangan ini, Terry kerap membagikan kesehariannya sebagai kurir pengantar makanan melalui media sosial pribadinya, yang kemudian menarik perhatian publik.
Baca Juga: Samsung Isyaratkan Fitur Galaxy AI Akan Berbayar Mulai 2025
Menurut Terry, kehidupan di Amerika sangat berbeda dari Indonesia, dan pekerjaan sampingan menjadi hal yang umum untuk menambah pemasukan, terutama karena biaya hidup yang tinggi.
"Di Amerika itu enggak bisa hanya diam saja. Kita harus punya double income. Enggak bisa hanya suami yang bekerja, jadi suami dan istri harus bekerja bersama. Bahkan, di sana anak usia 14 tahun sudah bisa bekerja," ungkap Terry.
Meskipun bekerja sebagai pengantar makanan, Terry mengaku bisa meraih penghasilan yang cukup lumayan.
Dalam sehari, ia dapat menghasilkan antara USD100 hingga USD200, yang setara dengan sekitar Rp1.611.500 hingga Rp3.223.000.
Bayaran tersebut berasal dari ongkos pengantaran serta tip yang bervariasi dari para pelanggan.
Baca Juga: Korban PHK Meningkat, Mensos Kaji Pemberian Bansos Biar Tepat Sasaran
"Biasanya sekali antar bisa dapat USD10, atau sekitar Rp160.000, ditambah tip yang berbeda-beda jumlahnya," jelas Terry.
Terry memilih pekerjaan ini sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup di negara dengan biaya hidup tinggi. Selain itu, pekerjaan ini dianggapnya fleksibel dan waktunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
"Ini adalah bagian dari seni bertahan hidup. Setelah enam bulan menikah, memang harus ada sesuatu yang saya lakukan," terang Terry, menjelaskan lebih lanjut alasan di balik pilihannya menjadi pengantar makanan.
Terry Putri membuktikan bahwa meski berada di negara maju, tantangan hidup tetap ada, dan fleksibilitas serta kemauan bekerja keras adalah kunci untuk bertahan. (Queenadia Syahrani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










