Meski Tuai Kontroversi Akibat Pro Terhadap Hak-hak LGBT, Berikut 5 Aksi Kemanusiaan Yang Dilakukan Coldplay

AKURAT.CO Coldplay, band asal Inggris yang telah mendunia dengan musiknya yang mendalam dan lirik-lirik yang penuh makna ternyata tidak hanya dikenal karena prestasinya di dunia musik.
Namun Coldplay juga menjadi sorotan publik karena kontroversi terkait dukungannya terhadap hak-hak LGBT.
Meskipun dukungan Coldplay terhadap LGBT tersebut membuat beberapa pihak tidak setuju, namun Coldplay diketahui tetap aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan yang tentu patut diapresiasi.
Baca Juga: Lirik dan Terjemahan Arabesque, Lagu Coldplay Untuk Mendukung Palestina
Lalu apa saja aksi kemanusiaan yang telah dilakukan Coldplay? Simak ulasannya berikut.
-
Kampanye Meat Free Monday
Coldplay sudah berkecimpung dalam misi kemanusiaan sejak 2002. Salah satu misi pertama yang tercatat dilakukan Coldplay adalah kampanye Meat Free Monday.
Kampanye yang dimotori oleh Paul McCartney itu berusaha melawan kelaparan dengan cara memberi makan daging gratis sebanyak satu kali dalam seminggu.
-
Dukung Amnesty International untuk tegakkan HAM
Dukungan Coldplay terhadap Amnesty International dilakukan sejak 2012. Amnesty International sendiri merupakan lembaga independen yang bergerak di bidang advokasi HAM.
Aksi nyata dukungan Coldplay terhadap Amnesty International ini terlihat melalui panggung musik ‘The Secret Policeman’s Ball 2012’ di New York, AS guna membuat lebih banyak awareness.
Baca Juga: Arti Lirik Lagu Fix You Yang Dibawakan Oleh Coldplay Hingga Viral Di TikTok, Punya Makna Mendalam!
-
Mendukung badan amal Moas
Melalui badan amal Moas (Migrant Offshore Aid Station), Coldplay telah membantu penyelamatan nyawa puluhan ribu pengungsi dan migran yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan di Timur Tengah.
Moas sendiri merupakan lembaga dengan misi pencarian dan penyelamatan profesional di Laut Mediterania dan Laut Aegea.
Selama 2015-2016, perahu Moas telah menyelamatkan sekitar 33.000 pengungsi yang berupaya menyeberang ke Eropa dengan menggunakan perahu karet yang penuh sesak dan tidak layak berlayar. Mayoritas pengungsi berasal dari Suriah, Afghanistan, dan Irak.
Coldplay mengaku bangga mendukung Moas karena lembaga itu berhasil menyelamatkan ribuan nyawa yang nyaris mati di laut demi mencari kehidupan yang layak.
“Setiap tahun, Moas menyelamatkan ribuan orang yang berisiko mati di laut saat mencari kehidupan yang lebih baik. Tapi jika dilihat secara kebetulan, orang-orang itu bisa jadi kita dan kita bisa jadi mereka. Oleh karena itu, kami bangga mendukung upaya penyelamatan nyawa Moas,” kata vokalis Coldplay, Chris Martin.
-
Dukung Oxfam menanggulangi kelaparan dan kemiskinan
Coldplay merupakan pendukung setia organisasi kemanusiaan Oxfam yang berfokus pada penanggulangan kelaparan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan di dunia.
Coldplay telah terlibat dalam kampanye-kampanye Oxfam dan secara rutin menyumbangkan dana ke Oxfam untuk kemudian digunakan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Ini Lho Potret Sosok Gischa Debora Aritonang, Penipu Tiket Coldplay Hingga Rp15 Miliar
-
Dukung Kids Company merawat anak miskin
Pada tahun 2000, Coldplay telah mendukung Kids Company yang merupakan yayasan anak kecil yang menaungi sekitar 18.000 anak-anak miskin di kota Bristol dan London.
Melalui lembaga ini, anak-anak miskin itu diberikan akses ke pendidikan akademis dan emosional secara gratis.
Selain yang telah disebutkan tadi, masih banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Coldplay.
Bahkan band termahal ke-5 di dunia itu secara rutin menyisihkan 10 persen dari pendapatan tahunannya untuk amal.
Dalam sebuah wawancara, Basis Coldplay, Guy Berryman mengungkap alasan dirinya dan personil Coldplay lainnya mau melakukan aksi kemanusiaan itu. Menurutnya, tindakan kecilnya itu dapat membantu banyak orang,
"Kami dapat membuat orang-orang peduli dengan banyaknya isu di dunia ini. Itu bukan sesuatu yang membutuhkan usaha besar bagi kami, tapi, itu bisa membantu orang, makanya kami ingin melakukannya," tegas Guy Berryman.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










