Akurat

BPDPKS Dukung Terus Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

Mukodah | 2 Juli 2024, 21:31 WIB
BPDPKS Dukung Terus Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

AKURAT.CO Sebagai lembaga penunjang ekosistem kelapa sawit nasional, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan kelapa sawit Indonesia.

Hal itu dikatakan Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, dalam seminar bertajuk "Menakar Keseimbangan Produksi CPO untuk Kebutuhan Domestik & Ekspor: Urgensi dan Tantangannya" di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.

“Kami berkomitmen memberikan pendanaan kegiatan yang mendukung terwujudnya Kelapa Sawit Indonesia yang berkelanjutan, termasuk dalam peningkatan produktivitas, maupun dalam dukungan penyerapan minyak sawit melalui hilirisasi,” ujar Kabul dalam keterangannya, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia: China Juara, Indonesia Langsung Fokus ke Sektor Perorangan

Menurut Kabul, ada lima program pokok untuk mendukung keberlanjutan sawit. Pertama yaitu peremajaan sawit rakyat melalui penanaman kembali (replanting) dengan bibit yang baik, dan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.

“Apabila kebun sawit rakyat tidak dilakukan peremajaan, maka mulai tahun 2025 akan terjadi penurunan produksi hingga tahun 2045 diproyeksikan produksi CPO sebesar 44,34 juta metrik ton dengan produktivitas sebesar 3,1 metrik ton per hektare tahun,” ujar Kabul.

Kedua, sarana dan prasarana untuk perkebunan sawit akan ditingkatkan lagi guna menurunkan tingginya ongkos produksi.

Kemudian membangun dashboard komoditas untuk data sawit yang satu dan sama.

Ketiga, pengembangan sumber daya manusia berupa pelatihan kelembagaan pekebun baik manajerial maupun teknis agar pekebun dapat menerapkan Good Agricultural Practice (GAP).

Baca Juga: Apple Akan Rilis AirPods dengan Kamera Inframerah pada 2026

GAP merupakan sistem sertifikasi proses produksi pertanian, menekankan adopsi teknologi maju dan ramah lingkungan, sistem produksi berkelanjutan, keanekaragaman hayati terjaga, produk panen aman konsumsi, kesejahteraan pekerja, dan usaha tani yang menguntungkan.

Keempat, penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, meningkatkan aspek sustainability, mendorong penciptaan produk/pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kelima, insentif biodiesel dan hilirisasi berupa dukungan dalam penyerapan CPO baik untuk biodiesel (program mandatory biodiesel) maupun untuk pangan serta mendukung penciptaan pasar hilirisasi sawit.

Sebagai informasi, seminar itu juga menampilkan Deputi Menko II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, sebagai Keynote Speaker.

Baca Juga: Kasus Mutilasi di Garut, Dinsos Kurang Maksimal Tangani ODGJ

Sementara yang menjadi pemantik diskusi yakni Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Manurung serta Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS Kabul Wijayanto.

Kemudian sebagai pembicara yakni Mula Putra selaku perwakilan dari Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Kementerian Pertanian RI; Professor Banking and Finance Universitas Bhayangkara Jakarta Prof. DR. Adler Haymans Manurung, CIFM, CIGS, CMA, CIABV, CIQnR, CIQaR; Sekretaris Jenderal GAPKI M. Hadi Sugeng; Wakil Ketua APROBI Suwandi Winardi; Direktur Utama ICDX Nursalam dan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga.

Semua pembicara dalam seminar tersebut pun telah berkomitmen untuk membangun industri kelapa sawit Indonesia. Karena industri ini merupakan komoditas strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Di antaranya memberikan devisa ekspor, menurunkan inflasi, mensubstitusi bahan bakar fosil dengan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan energy nasional, serta melibatkan sekitar 17 juta pekerja dan sedang dalam proses hilirisasi yang akan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

Baca Juga: Kisruh Dana Deposit, Perbasi Minta Louvre Surabaya Lunasi Tunggakan Lebih Dulu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK