Mandiri Investment Forum 2024 Singgung Urgensi Revitalisasi Manufaktur dan Pertanian

AKURAT.CO Revitalisasi manufaktur dan pertanian dinilai penting demi menjaga prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun penuh tantangan 2024. Isu tersebut akan mencuat di sela gelaran Mandiri Investment Forum (MIF) 2024 yang diadakan Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas.
Akan berlangsung selama lima hari, dari 4 hingga 8 Maret 2024 dengan event utama Macro Day yang dijadwalkan pada 5 Maret 2024 ini akan dihadiri oleh lebih dari 20.000 peserta secara hybrid.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria, menegaskan bahwa MIF 2024 menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung investasi di Indonesia dengan melibatkan investor dan pembicara terkemuka.
Baca Juga: Bahas Transisi Menuju Ekonomi Berkelanjutan, Mandiri Gelar Mandiri Investment Forum 2024
Dengan, mengusung tema Thriving Through Transition, MIF 2024 akan membahas isu-isu strategis terkait prospek ekonomi Indonesia di tengah tahun pemilu global.
"MIF kali ini akan membahas sumber-sumber pertumbuhan penting bagi Indonesia, seperti sektor manufaktur dan pertanian," kata Eka di sela Konferensi Pers Pre Event Mandiri Investment Forum (MIF) 2024 secara virtual, Rabu (21/2/2024).
Menurutnya, riset Tim Ekonom Bank Mandiri menunjukkan sektor manufaktur memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB, namun kontribusinya cenderung menurun dari sebelum pandemi. Untuk itu revitalisasi sektor manufaktur menjadi penting karena sebagian industri dalam sektor ini dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan dan menyerap tenaga kerja.
Sementara itu, sektor pertanian merupakan sektor dengan kontribusi terbesar kedua pada pertumbuhan ekonomi. "Dengan risiko perubahan iklim yang semakin tinggi, ketahanan pangan menjadi isu penting untuk mencapai keberlanjutan ekonomi," ujar Eka.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menambahkan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun tantangan global. Meskipun inflasi dan suku bunga tinggi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas 5% berkat permintaan domestik yang stabil.
Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06% tahun ini, dan Mandiri Investment Forum 2024 diharapkan menjadi platform bagi investor untuk mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.
"Ini mencerminkan tertahannya konsumsi masyarakat, terutama pada kelas menengah ke bawah. Menurut Mandiri Spending Index (MSI), tabungan masyarakat berpendapatan rendah terus menurun sehingga mengurangi aktivitas konsumsi," imbuh Andry.
Diketahui, MIF 2024 juga akan membahas tren terkini dalam digitalisasi, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Meskipun teknologi AI menciptakan peluang efisiensi ekonomi, namun juga menimbulkan risiko tergantikannya beberapa jenis pekerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









