Akurat Logo

Redam Lonjakan Harga, Bapanas Berencana Impor 2 Juta Ton Beras dari Thailand

Silvia Nur Fajri | 19 Februari 2024, 11:38 WIB
Redam Lonjakan Harga, Bapanas Berencana Impor 2 Juta Ton Beras dari Thailand

AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga beras yang tinggi. Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah mengimpor beras dari Thailand sebanyak 2 ton jika produksi beras dalam negeri tidak mencukupi.

Langkah ini diambil untuk merespons harga bahan pokok yang tinggi, yang berpotensi semakin meningkat. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa langkah ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden dan Menteri. 

"Ini bisa jadi (langkah) antisipasi melalui rakornas dan ratas, tentunya dengan persetujuan Presiden dan Menteri. Tahun lalu 2,8 juta ton, tahun ini rencananya 2 juta ton, tetapi kalau misalnya produksi dalam negeri cukup berarti impor itu tidak jadi," kata Sarwo, dikutip dari keterangan resmi, Senin (19/2/2024).

Baca Juga: Jelang Ramadan 2024, Aprindo Pastikan Ketersediaan Beras

Dia juga menekankan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi dan dampak dari El Nino 2023 yang menyebabkan penundaan waktu tanam. 

"Pertama, memang ongkos produksinya naik, di pupuknya naik, kemarin dampak dari El Nino kekeringan, kemudian air juga kurang, panennya itu berkurang, sehingga hasilnya berkurang, otomatis harga naik," ujar Sarwo.

Sarwo menegaskan bahwa kenaikan harga beras tidak terkait dengan mendekati bulan Ramadhan, melainkan karena penundaan waktu tanam dan dampak El Nino. 

"Enggak, karena memang waktu tanam kita mundur, sehingga waktu panen kita juga mundur. Itu sebagai konsekuensi itu dari adanya el nino," tegasnya.

Selanjutnya, Bapanas menegaskan bahwa tidak ada penimbunan beras yang menyebabkan kenaikan harga, dan diharapkan harga beras dapat kembali normal dalam waktu dekat.

"Sampai saat ini belum. Jadi masih berjalan normal, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa normal," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.