Akurat Logo

Bos Bulog Tegaskan Tak Akan Ada Revisi HET Beras

Silvia Nur Fajri | 13 Februari 2024, 15:33 WIB
Bos Bulog Tegaskan Tak Akan Ada Revisi HET Beras

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan dalam penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras.

Meski mengakui bahwa harga beras di pasar saat ini telah melampaui HET, namun Bayu menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mendorong pemerintah untuk merevisi atau menurunkan HET beras.

"Kami tidak akan mengubah HET beras. Keputusan itu sudah final dan tidak akan berubah," ujar Bayu kepada wartawan, di Kantor Bulog Pusat, Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Baca Juga: Kepala Bapanas Ungkap Strategi Tekan Harga Beras, Maret 2024 Ditargetkan Stabil

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No 7/2023, pemerintah menetapkan HET beras dalam rentang Rp10.900-Rp11.800 per kg untuk kategori medium dan Rp13.900-14.800 per kg untuk kategori premium, tergantung pada zona geografis.

  • Zona 1, mencakup Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET beras medium sebesar Rp. 10.900/kg dan beras premium Rp 13.900/kg
  • Zona 2, meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan, memiliki HET beras medium sebesar Rp 11.500/kg dan beras premium Rp 14.400/kg
  • Zona ke-3, termasuk Maluku dan Papua, memiliki HET beras medium sebesar Rp 11.800/kg, dan beras premium sebesar Rp 14.800/kg.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, pengusaha ritel mengusulkan relaksasi HET beras.

Hal ini dapat diusahakan jika pengusaha ritel, produsen, dan pemerintah duduk bersama. 

"Tentunya produsen enggak mau jual di bawah HET (harga eceran tertinggi). Jadi, ada harga tengah sehingga peritel juga nggak beli mahal, jual rugi," ujar Roy.

Roy menjelaskan bahwa harga beli beras premium dari distributor saat ini berkisar antara Rp16.000-17.000 per kg, bahkan ada yang mencapai Rp18.000 per kg.

"Peritel tidak mungkin membeli dengan harga tinggi dan menjual dengan harga rendah. Mereka tidak akan membeli beras jika harganya terlalu mahal," kata Roy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.