Pendapatan GMFI Melonjak 34 Persen, Laba Bersih Justru Tertahan Imbas Beban dan Rugi Kurs

AKURAT.CO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan laba bersih perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, GMFI membukukan pendapatan sebesar USD413,42 juta. Angka tersebut meningkat 34,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD307,13 juta.
Meski pendapatan tumbuh lebih dari 30%, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru tercatat sebesar USD22,13 juta. Realisasi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan laba pada periode Januari-September 2025 sebesar USD22,31 juta.
Baca Juga: Rights Issue GMFI, Porsi Saham GIAA Bakal Terjun Bebas
Secara konsolidasi, laba bersih GMFI mencapai USD22,14 juta, turun tipis dibandingkan USD22,33 juta pada sembilan bulan pertama tahun lalu. Kondisi ini memperlihatkan bahwa peningkatan aktivitas bisnis dan pendapatan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pertumbuhan keuntungan yang diperoleh perseroan.
Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja tersebut adalah meningkatnya beban pokok operasional, terutama biaya material yang mengalami kenaikan hampir dua kali lipat.
Sepanjang Januari-September 2026, beban material GMFI mencapai USD170,65 juta, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD85,52 juta. Kenaikan juga terjadi pada beban pegawai yang mencapai USD95,91 juta, dibandingkan USD89,10 juta pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban subkontrak meningkat menjadi USD67,27 juta dari sebelumnya USD60,80 juta. Di sisi lain, GMFI mampu menekan beban penyusutan menjadi USD10,92 juta dari USD14,38 juta. Beban operasional juga sedikit menurun menjadi USD22,18 juta dibandingkan USD22,31 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan komposisi tersebut, laba usaha GMFI tercatat sebesar USD46,47 juta, meningkat sekitar 32,75 persen dibandingkan USD35 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Artinya, dari sisi kegiatan operasional, perseroan masih mampu meningkatkan keuntungan seiring pertumbuhan pendapatan. Namun, tekanan dari pos di luar operasional membuat peningkatan tersebut tidak sepenuhnya tercermin pada laba bersih.
Rugi Selisih Kurs Tekan Laba GMFI
Tekanan terhadap laba GMFI juga datang dari pos beban lain-lain. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, perseroan membukukan beban lain-lain bersih sebesar USD9,77 juta. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika GMFI masih mencatatkan penghasilan lain-lain bersih sebesar USD6,50 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







