Akurat Logo

Konsumsi Pertalite Naik, Bahlil Buka Peluang Tambah Kouta

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 23 Oktober 2026, 17:11 WIB
Konsumsi Pertalite Naik, Bahlil Buka Peluang Tambah Kouta
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia. -Akurat.co/ Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia memperkirakan konsumsi BBM jenis Pertalite atau RON 90 mengalami peningkatan. Pemerintah akan mengevaluasi proyeksi realisasi konsumsi pada akhir bulan ini sebagai dasar untuk menentukan penyesuaian kuota.

Bahlil mengatakan, peningkatan konsumsi Pertalite dipengaruhi pergeseran penggunaan BBM dari RON 92 ke RON 90. Pergeseran tersebut dinilai berpotensi menambah kebutuhan kuota Pertalite.

“Pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise nanti di akhir bulan ini, ya. Tapi memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Bali Terapkan Ganjil Genap Pertalite 17-19 Oktober 2026

Lebih lanjut, Bahlil menuturkan, kenaikan konsumsi tersebut berpotensi mendorong penambahan kuota. Pemerintah akan melakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Karena ada kenaikan pasti eh akan terjadi penambahan kuota. Karena ada shifting kan, ada shifting dari Ron 92 ke Ron 90. Sebagian ada shifting. Karena ada shifting, pasti kita akan melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada pada kisaran 16–18 hari.

Pemerintah memastikan kondisi stok masih aman, meski distribusi BBM menuju Bali dan sejumlah wilayah perlu dipercepat. Bahlil mengatakan, berdasarkan laporan PT Pertamina (Persero), kendala utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok maupun produksi kilang, melainkan jalur distribusi.

“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina. Secara stok nasional kita, BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional, insyaallah itu aman,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Untuk mengantisipasi gangguan penyaluran, Bahlil telah meminta Pertamina menambah jumlah kapal yang digunakan untuk mengangkut BBM. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi dan mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan di daerah.

“Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.