Akurat Logo

Bahlil Kaji Ulang Ekspor Gas demi Pasokan Bahan Baku Petrokimia

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 23 Oktober 2026, 17:08 WIB
Bahlil Kaji Ulang Ekspor Gas demi Pasokan Bahan Baku Petrokimia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia berencana mengevaluasi kembali alokasi ekspor gas bumi untuk mengoptimalkan pemanfaatannya di dalam negeri, terutama sebagai bahan baku industri petrokimia.

Bahlil mengungkapkan, sekitar 30% dari total produksi gas nasional saat ini masih dialokasikan untuk ekspor. Sementara itu, sekitar 70% lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk sebagai bahan baku industri hilirisasi.

“Ekspor kita kalau di gas kan total produksi kita 100%, itu masih ada kurang lebih sekitar 30% yang kita ekspor. 70%-nya itu untuk konsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk eh bahan baku hilirisasi,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Giliran Menko Bahlil Peringatkan Singapura-Malaysia, Kaji Penghentian Ekspor Gas

Bahlil menyebut, pemerintah akan menghitung kembali alokasi pemanfaatan gas tersebut agar pasokan untuk kebutuhan dalam negeri dapat dioptimalkan. Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi melalui pengembangan industri petrokimia.

Menurut Bahlil, gas bumi menjadi salah satu bahan baku penting bagi pengembangan industri petrokimia nasional. Karena itu, ketersediaan pasokan gas domestik perlu diperhatikan untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Nah ke depan, saya akan mencoba untuk melakukan exercise ulang agar mengoptimalkan untuk konsumsi dalam negeri, termasuk di dalamnya bahan baku. Karena ke depan kita mendorongkan industri hilirisasi di petrokimia,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans), Bahlil Lahadalia bakal mengevaluasi kontrak negara-negara tetangga yang mengimpor gas dari Indonesia.

Bahlil mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan terhadap negara yang tidak kooperatif dan tidak menghargai Tanah Air, seperti Singapura dan Malaysia yang vokal tentang karhutla.

“Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara,” kata Bahlil dalam acara peresmian pengaliran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 yang disiarkan langsung di Youtube Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).

Bahlil menambahkan, bahwa dirinya bakal memutus atau tidak memberikan izin ekspor gas dari dalam negeri ke negara tersebut. “Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.