Akurat Logo

Pangan Indonesia Berubah di Era Prabowo-Gibran, 8 Komoditas Catat Surplus

Moehamad Dheny Permana | 12 Oktober 2026, 15:04 WIB
Pangan Indonesia Berubah di Era Prabowo-Gibran, 8 Komoditas Catat Surplus
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat sejumlah capaian dalam sektor pangan selama dua tahun masa pemerintahan. Salah satunya ditandai dengan tercapainya swasembada pada delapan komoditas pangan.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai proyeksi neraca pangan 2026, produksi delapan komoditas tersebut diperkirakan telah melampaui kebutuhan nasional.

Kondisi ini dinilai memperkuat upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Delapan komoditas tersebut yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara agregat, produksi kedelapan komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada," kata Zulkifli Hasan di Jakarta, dikutip Senin (12/10/2026).

Salah satu komoditas yang mencatat surplus adalah jagung. Produksinya diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 16,44 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 1,56 juta ton.

Gula konsumsi juga diproyeksikan mengalami surplus. Produksi diperkirakan mencapai 3,04 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 2,84 juta ton. Selisihnya mencapai sekitar 207 ribu ton.

Dari sektor peternakan, produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton. Neraca tersebut menghasilkan surplus sekitar 876 ribu ton.

Produksi telur ayam ras juga berada di atas kebutuhan. Produksi diperkirakan mencapai 6,99 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 6,47 juta ton atau surplus sekitar 516 ribu ton.

Sementara dari sektor hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton dengan kebutuhan nasional sekitar 929 ribu ton. Komoditas tersebut mencatat surplus sekitar 588 ribu ton.

Cabai rawit mencatat produksi sekitar 1,51 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 914 ribu ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 595 ribu ton.

Adapun produksi bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 1,25 juta ton. Surplus komoditas tersebut diproyeksikan sekitar 63 ribu ton.

Baca Juga: BPKP dan BPK Perkuat Pengawasan Anggaran Negara Rp4.097 Triliun

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.