Akurat Logo

Hilirisasi Nikel Indonesia Naik, Ekspor Produk Olahan Capai USD6,54 Miliar

Andi Syafriadi | 5 Oktober 2026, 10:55 WIB
Hilirisasi Nikel Indonesia Naik, Ekspor Produk Olahan Capai USD6,54 Miliar
Hilirisasi nikel mulai mengubah struktur industri Indonesia. Ekspor nikel dan barang daripadanya naik 69,3% menjadi USD6,54 miliar pada semester I 2026. - dok. MIND ID

AKURAT.CO Hilirisasi nikel menjadi salah satu kebijakan industri yang mulai mengubah struktur ekspor Indonesia.

Proyek ini mengubah wajah industri Indonesia dari pengolahan bijih mentah menjadi produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Perkembangan tersebut tercermin dari peningkatan nilai ekspor produk olahan nikel sekaligus bertambahnya penerimaan negara, sekaligus manfaat bagi pengembangan ekonomi daerah.

Pada semester I 2026, nilai ekspor nikel dan barang daripadanya meningkat 69,3% menjadi USD6,54 miliar. Hal ini mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari komoditas nikel mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, naik dari Rp10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Satgas PKH Tetapkan Potensi Sanksi 50 Perusahaan Tambang Nikel Rp80,19 Triliun, CERI: Berapa Sudah Masuk Kas Negara?

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Namun, menurut dia, sebagian besar proses tersebut masih berhenti pada produk antara seperti nickel pig iron (NPI) dan feronikel yang digunakan dalam industri baja nirkarat.

“Ini merupakan fondasi industrialisasi, tetapi belum menjadi tujuan akhir. Tahap berikutnya adalah memperpanjang rantai produksi hingga prekursor, katoda, sel baterai, dan manufaktur akhir yang melibatkan lebih banyak pemasok dalam negeri," kata Yusuf.

Salah satu bentuk hilirisasi tersebut terlihat dari sejumlah proyek yang dikembangkan Vale Indonesia, di bawah Holding pertambangan Indonesia, MIND ID.

Proyek-proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Permenko Perekonomian, yang artinya mendapat dukungan penuh dari dari seluruh pihak karena akan menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Baca Juga: Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel

Vale Indonesia Tbk mengembangkan sejumlah proyek hilirisasi nikel berbasis HPAL di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako. Ketiga proyek tersebut memiliki kapasitas produksi gabungan sekitar 240.000 ton MHP per tahun, sementara PT Vale menyebut program investasi strategisnya di Indonesia mencapai sekitar USD7,2 miliar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.