Akurat Logo

Kejar PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Revisi RUPTL

Esha Tri Wahyuni | 29 September 2026, 22:22 WIB
Kejar PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Revisi RUPTL
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto - Foto: Humas Ekon

AKURAT.CO Pemerintah mendorong revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mengakomodasi target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, revisi RUPTL diperlukan karena proyeksi pengembangan pembangkit dalam dokumen tersebut masih berada di bawah target yang didorong pemerintah.

“Ini RUPTL-nya mesti direvisi, karena di sini kebutuhannya masih sekitar 69,5 gigawatt di tahun 2034, padahal Bapak Presiden kemarin mendorong agar dikembangkan proyek, terutama untuk solar panel sebesar 100 gigawatt-peak,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot

Airlangga mengatakan target pengembangan PLTS sebesar 100 GWp tersebut perlu dikejar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Menurutnya, percepatan pengembangan energi surya bersama sistem penyimpanan baterai juga dapat membantu menekan emisi dari sektor energi.

“Jadi kita menurunkan target daripada angka emisi mendekati nol di 2060, ini bisa maju 10-15 tahun. Jadi ini yang tentu menjadi PR bagi kita semua,” ujarnya.

Namun, peningkatan kapasitas pembangkit energi surya membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan agar listrik yang dihasilkan dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal. Airlangga menekankan pentingnya pembangunan jaringan transmisi serta smart grid seiring dengan pengembangan energi bersih.

Adapun total pembangunan jaringan transmisi yang disebutkan mencapai 47.758 kilometer.

Menurut Airlangga, ketersediaan listrik yang andal dan terjangkau juga semakin penting seiring dengan berkembangnya industri digital, termasuk pusat data yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong perluasan akses listrik melalui program listrik desa. Airlangga menyebut program tersebut menargetkan 1.505 lokasi pada 2025 dan meningkat menjadi 4.390 lokasi pada tahun ini.

Baca Juga: Pemerintah Kejar Pertumbuhan Inklusif, Airlangga: Pemanfaatan Teknologi Tak Boleh Perlebar Kesenjangan

“Kalau ini semua jalan, elektrifikasinya kita mendekati di atas 99 persen, dan indeks ketahanan energinya juga meningkat menjadi 7,13,” kata Airlangga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.