Proyek Smelter Inalum Butuh Listrik 932 Mw, PLN Berencana Revisi RUPTL

AKURAT.CO PT PLN (Persero) berencana merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) guna memenuhi kebutuhan listrik proyek smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat milik PT Inalum.
Adapun, kebutuhan listrik untuk proyek smelter baru milik PT Inalum membutuhkan listrik sebesar 932 Megawatt (Mw).
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan sampai saat ini, sistem kelistrikan di Kalimantan Barat hanya mencapai 631 Mw. Sehingga masih ada gap antara kebutuhan dan ketersediaan pasokan listrik.
“Sehingga tentunya harus ada tambahan pembangunan pembangkit-pembangkit baru dan penguatan transmisi yang kami nanti harus lakukan di Kalimantan Barat untuk memperkuat sistem ini,” kata Adi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI dikutip, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Inalum Minta Tambahan Listrik untuk Smelter Baru dan Ekspansi Potline
Adi menjelaskan, adanya gap tersebut dikarenakan belum masuknya proyek smelter aluminium mikik PT Inalum ini dalam RUPTL 2025-2034. Sehingga, PLN kata Adi bakal melakukan revisi terhadap RUPTL guna memasukan kebutuhan listrik bagi proyek smelter aluminium milil Inalum.
“Nah, itu tentunya dengan adanya pertemuan pagi hari ini kami akan gercep melakukan rencana revisi RUPTL kami untuk bisa memasukkan demand ini agar kami nanti bisa membangun pembangkit dan memperkuat transmisi ke depan untuk menunjang PT Inalum,” ujar Adi.
Namun, Adi menambahkan bahwa seluruh rencana Inalum ini masih dalam kajian internal dan studi kelayakan yang rencananya selesai pada awal 2026.
“Tentunya kami juga akan ikut terus dalam memperhatikan studi kelayakan ini dan PLN tentunya akan menyelaraskan rencana kami terhadap hasil kajian tersebut sehingga kami nanti tidak akan ketinggalan,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyatakan perlu adanya tambahan jaringan kelistrikan untuk mengoperasionalkan proyek smelter aluminium baru di Mempawah, Kalimantan Barat dan ekspansi kapasitas smelter eksisting di Kuala Tanjung, Sumatra Utara.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita Dewi mengatakan bahwa smelter baru tersebut membutuhkan pasokan listrik sebesar 932 MW dengan total instalasi 1,2 GW, yang harus tersedia paling lambat pada akhir 2028.
"Proyek ini harus rampung 2029, sehingga kebutuhan listrik harus tersedia akhir 2028," kata Melati saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI dikutip, Jumat (21/11/2025).
Melati mencatat, juga mencatat kebutuhan listrik serupa di Kalimantan Barat untuk menjaga ketersediaan energi secara penuh. Perseroan, kata Melati menegaskan bahwa gangguan listrik dapat membuat pot pada smelter tidak dapat dipulihkan sehingga memaksa perusahaan membangun ulang lining produksi.
"Dalam penghitungan capex, pembangkit tidak merupakan capex INALUM, sehingga kami sangat berharap dapat membeli listrik dari PLN atau Independent Power Producer (IPP) lain jika PLN tidak memiliki rencana pemenuhan listrik," tambah Melati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








