Akurat Logo

ESDM Siapkan Mitigasi Gangguan Listrik di Daerah Lain

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 17 September 2026, 20:30 WIB
ESDM Siapkan Mitigasi Gangguan Listrik di Daerah Lain
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik di sejumlah daerah.

Langkah tersebut dilakukan setelah berkurangnya kapasitas pembangkit di Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan melakukan pemetaan dan koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik di wilayah lain.

Baca Juga: Wamen ESDM Ungkap Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Energi

“Daerah-daerah lain sebentar kita akan rapatkan dengan PLN untuk kita mitigasi sejak awal,” kata Bahlil, dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut Bahlil, langkah mitigasi diperlukan mengingat sistem kelistrikan di sejumlah wilayah menghadapi kondisi yang berbeda. Di Sulawesi Selatan, misalnya, sejumlah pembangkit mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, pemerintah bersama PLN telah menyiapkan pembangkit lain sebagai pengganti sementara untuk menjaga ketersediaan listrik selama kapasitas PLTA mengalami penurunan.

“Maka kita sudah mencari solusi adalah mengganti sementara dengan pembangkit yang lain,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan gangguan pasokan listrik yang terjadi di Sulawesi tidak berkaitan dengan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.

Bahlil menyebut, gangguan tersebut terjadi karena pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mengalami penurunan kemampuan produksi akibat rendahnya debit air yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Baca Juga: B50 Sudah Tersalurkan ke 94 Persen SPBU, Kementerian ESDM Kejar Transisi 28 Terminal

"Gak ada apa urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi. Itu gak ada urusannya sama RKAB. Karena di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.