Wamen ESDM Ungkap Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Energi

AKURAT.CO Pemerintah menilai pentingnya penguatan ketahanan dan akses energi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing negara.
"Kami terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan tetap mendorong transisi energi yang berkeadilan menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (17/9/2026).
Bagi Indonesia, penguatan ketahanan energi dilakukan dengan meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Saat ini, konsumsi BBM mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik baru sekitar 600 ribu barel per hari.
Baca Juga: B50 Jadi Penyangga Ketahanan Energi, Airlangga: Harga Pertalite Tak Akan Naik hingga Akhir Tahun
Guna mengurangi ketergantungan pada impor, pemerintah menargetkan produksi minyak mencapai 1 juta barel per hari serta membuka peluang investasi di 118 wilayah kerja migas dengan skema fiskal yang menarik.
Di saat yang sama, pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan serta pemanfaatan sumber daya dalam negeri sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi.
Salah satunya melalui program B50, yaitu penggunaan solar yang dicampur dengan bahan bakar nabati hingga 50%.
Program ini diproyeksikan mampu mensubtitusi kebutuhan impor solar sebanyak 310 ribu barel per hari, menghemat hampir USD10 miliar per tahun, sekaligus membuka peluang bagi lebih dari 2 juta lapangan kerja.
"Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menjalankan program B50," tegas Yuliot.
Di sektor ketenagalistrikan, Indonesia memperkirakan permintaan listrik tumbuh sekitar 5,3% per tahun. Karena itu, encana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt, dengan 76% berasal dari energi terbarukan.
Pengembangan tersebut membutuhkan investasi sekitar USD180 miliar dan membuka sekitar 73% kapasitas baru bagi produsen listrik independen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









