Akurat Logo

Dari LPG ke CNG, Pelaku Usaha Mulai Rasakan Efisiensi Biaya Energi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 16 September 2026, 20:47 WIB
Dari LPG ke CNG, Pelaku Usaha Mulai Rasakan Efisiensi Biaya Energi
Hotel Platinum Adisucipto beralih dari LPG ke CNG sejak Januari 2026. Penggunaan CNG disebut menghemat biaya energi hingga 30%.

AKURAT.CO Sejumlah pelaku usaha perhotelan dan restoran mulai beralih dari penggunaan LPG ke compressed natural gas (CNG) untuk kebutuhan operasional dapur.

Peralihan tersebut dinilai dapat menekan biaya energi sekaligus membuat aktivitas operasional lebih praktis.

Salah satunya adalah Hotel Platinum Adisucipto yang sudah beralih dari LPG ke CNG sejak Januari 2026.

Chief Engineering Hotel Platinum Adi Sucipto, Yudi, mengatakan, penggunaan CNG di tempatnya l berada di kisaran 1.200–1.500 meter kubik. Sebelumnya, kebutuhan energi untuk operasional dapur dipenuhi menggunakan LPG sekitar 1.500 kilogram.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Pasokan LPG Aman, RI Kantongi Kontrak Jangka Panjang dari AS

Menurut dia, dari sisi biaya, penggunaan CNG mampu memberikan penghematan sekitar 20% hingga 30% dibandingkan LPG.

"Kalau kita rupiahkan itu cukup hemat dari sebelumnya. Penghematannya sekitar 20 sampai 30 persen. Jadi cukup oke," kata Yudi di Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Hotel Platinum Adi Sucipto menggunakan tujuh tabung CNG untuk mendukung kebutuhan operasional dapur. Pengisian ulang dilakukan secara berkala, dengan truk pemasok datang untuk mengisi tabung yang telah kosong.

Yudi menilai pola distribusi CNG tersebut juga membuat operasional menjadi lebih praktis dibandingkan penggunaan LPG. Jika sebelumnya pihak hotel harus melakukan pemesanan LPG setiap hari, penggunaan CNG dapat dipantau melalui sistem dan koordinasi dengan penyedia.

Baca Juga: Rencana Pembatasan LPG 3 Kg Pakai Desil, Data Penerima Subsidi Harus Akurat

"Kalau LPG kan saya repotnya setiap hari harus PO. Kalau CNG ini kita sudah monitor di grup, itu cukup membantu kami dalam operasional," ujarnya.

Selain efisiensi biaya, Yudi menyebut kualitas pembakaran CNG memberikan perubahan pada kegiatan memasak di dapur. Api yang dihasilkan dinilai lebih biru sehingga proses memasak menjadi lebih cepat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.