Akurat Logo

Tambang Emas Sudan Runtuh, 82 Orang Tewas dan Puluhan Masih Terjebak

Fitra Iskandar | 17 September 2026, 05:17 WIB
Tambang Emas Sudan Runtuh, 82 Orang Tewas dan Puluhan Masih Terjebak
Tambang Sudan emas - Pakistan TV Digital

AKURAT.CO Tambang emas Sudan di wilayah West Kordofan runtuh dan menewaskan sedikitnya 82 orang. Puluhan pekerja tambang lainnya masih dinyatakan hilang, sementara proses pencarian korban terkendala minimnya peralatan penyelamatan.

Insiden tambang emas Sudan itu terjadi di tambang al-Zara, dekat Nuhud, West Kordofan. Wilayah tersebut berada di bawah kendali kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), yang telah berperang melawan militer Sudan selama lebih dari tiga tahun.

Hingga Rabu, 16 September 2026, tim penyelamat masih mengeluarkan jenazah dari reruntuhan tambang emas Sudan tersebut. Suleiman Abu Hmeida dari Emergency Response Rooms mengatakan 82 jenazah telah ditemukan, tetapi puluhan pekerja lainnya masih belum diketahui nasibnya. Seorang pejabat pemerintahan lokal juga mengonfirmasi jumlah korban tewas yang sama.

Pejabat tersebut mengatakan keruntuhan bermula dari salah satu lubang tambang pada Minggu sebelum kemudian merambat ke lubang-lubang lain yang saling terhubung. Upaya penyelamatan menghadapi kendala serius karena hanya tersedia satu forklift milik swasta untuk membantu mengangkat material dari lokasi tambang.

Kedalaman beberapa bagian tambang mencapai lebih dari 30 meter. Kondisi itu membuat pencarian korban yang kemungkinan masih tertimbun menjadi semakin sulit.

Seorang penyintas, Khairal-Sayed Gabara, mengatakan kondisi di lokasi sangat buruk. Menurut dia, para pekerja tidak memiliki mesin berat yang diperlukan untuk mengangkat tanah dan batu dari lubang tambang.

“Ada puluhan orang yang bekerja di tambang,” kata Gabara kepada Associated Press. Ia mengatakan para penyelamat membutuhkan peralatan untuk mengangkat tanah dan bebatuan dari kedalaman lebih dari 30 meter.

Penyintas lainnya, Al-Amin Suliman, sebelumnya mengatakan sekitar 60 jenazah telah ditemukan hingga Rabu pagi. Ia juga menyebut masih ada pekerja yang terjebak di dalam tambang.

Jumlah korban sempat dilaporkan berbeda pada tahap awal pencarian. Sudan Doctors Network sebelumnya menyatakan sedikitnya 67 jenazah telah ditemukan dan memperingatkan jumlah korban dapat terus bertambah karena operasi pencarian masih berlangsung.

Kelompok tersebut menyebut tambang al-Zara merupakan lokasi pertambangan informal yang mempekerjakan pekerja tanpa perlindungan dan standar keselamatan dasar. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika terjadi keruntuhan struktur bawah tanah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.