Bahlil Ungkap Uji Coba CNG 3 Kg Bakal Dilakukan Pekan Depan

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan jadwal uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) sebagai alternatif LPG 3 Kg.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah berencana melakukan uji coba penggunaan CNG 3 Kg pada pekan depan.
“Uji coba (CNG) nanti minggu depan. kita cek dulu ya,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (11/8/2026).
Baca Juga: Larangan Pengecer Jual LPG 3Kg Dicabut, Bukti Prabowo Masih Berpihak ke Masyarakat
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi untuk program CNG 3 kg.
Meski demikian, Laode enggan mengungkap besaran subsidi yang akan diberikan.
“Bahwa itu (CNG) disubsidi, tapi subsidinya menghemat 30-40%. Artinya subsidinya masih lebih rendah dari subsidi LPG,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Bahlil mengungkapkan, pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) sebagai alternatif LPG 3 Kg memasuki tahap akhir pengujian.
Bahlil mengatakan dirinya baru menerima paparan terbaru terkait perkembangan uji coba tabung CNG 3 kilogram beserta komponen katup (valve)-nya.
Menurutnya, Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) kini tengah menyelesaikan tahapan pengujian terakhir.
"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung tiga kilogram dan valve-nya. Sekarang lemigas lagi uji yang terakhir," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagian besar tahapan pengujian telah diselesaikan.
Pengujian yang masih berlangsung adalah uji tembak atau gun fire tes, yang dilakukan untuk menguji ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem, termasuk paparan suhu tinggi.
"Karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 (derajat celcius) panasnya itu. Dan itu sudah. Tinggal uji tembak aja,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan pengujian tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di China sebagai bagian dari proses validasi teknologi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan implementasi program pada Agustus 2026, Bahlil belum memberikan kepastian waktu.
Ia hanya meminta dukungan agar seluruh proses berjalan lancar. "Kau doakan aja. Doakan ya. Yang terbaik untuk ibu pertiwi tercinta," tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








