Hexnode Optimistis Rebut Pasar UEM Indonesia, Tantang Dominasi Microsoft

AKURAT.CO Lonjakan serangan siber dalam beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan perusahaan terhadap sistem pengelolaan perangkat digital semakin meningkat.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia mulai menjadi salah satu pasar yang dibidik perusahaan penyedia solusi keamanan siber global.
Mengutip hasil data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan Indonesia mencatat sekitar 5,5 miliar insiden siber sepanjang 2025, meningkat sekitar 714% dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Memasuki awal 2026, BSSN kembali mendeteksi 1,52 miliar insiden siber, menandakan ancaman terhadap infrastruktur digital nasional masih terus berlangsung.
Peningkatan serangan itu terjadi bersamaan dengan semakin kompleksnya perangkat yang digunakan perusahaan. Tidak hanya komputer kantor, perusahaan kini harus mengelola perangkat pribadi karyawan (bring your own device/BYOD), telepon pintar, tablet, perangkat operasional lapangan hingga perangkat khusus yang digunakan di sektor manufaktur, logistik, kesehatan, maupun ritel.
Baca Juga: Ancaman Siber Meningkat, BSSN Libatkan Industri Kripto
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan penyedia solusi Unified Endpoint Management (UEM) asal Amerika Serikat, Hexnode, memperkuat ekspansinya di Indonesia.
Vice President Sales EMEA & APJ Hexnode, Tim Bell mengatakan Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara seiring meningkatnya transformasi digital di berbagai sektor.
"Bagi kami, Indonesia merupakan pasar dengan potensi yang luar biasa. Karena itu kami ingin memastikan menghadirkan produk yang benar-benar berkualitas untuk mendukung kebutuhan perusahaan di sini," ujar Tim Bell dalam acara Ingram X Hexnode partner & media launch di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Menurut Tim, pasar endpoint management global memang diisi oleh sejumlah pemain besar. Ia bahkan secara terbuka mengakui Microsoft masih menjadi salah satu kompetitor utama Hexnode.
Meski demikian, perusahaan optimistis mampu memperbesar pangsa pasar melalui pengembangan teknologi yang terus dilakukan.
"Kami memiliki kompetitor besar seperti Microsoft. Namun kami percaya memiliki produk yang sangat kompetitif dan terus berkembang. Berbagai masukan yang kami terima dari pelanggan di seluruh dunia juga sangat positif," katanya.
Ia menilai, kebutuhan perusahaan saat ini tidak lagi sebatas memiliki perangkat digital, melainkan bagaimana seluruh perangkat tersebut dapat dikelola secara aman dalam satu sistem yang terpusat.
Karena itu, pengembangan teknologi terus dilakukan agar platform yang dimiliki Hexnode mampu mengikuti perubahan kebutuhan perusahaan sekaligus perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks.
Selain memperkuat produk, Tim mengatakan perusahaan juga mulai memperbesar investasi sumber daya manusia di Indonesia. Menurut dia, keberadaan tim lokal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung implementasi teknologi bagi pelanggan maupun mitra bisnis.
"Kami terus melakukan ekspansi, termasuk merekrut talenta baru di Indonesia. Tujuannya agar kami mampu memberikan dukungan yang lebih baik kepada seluruh mitra," ujarnya.
Langkah tersebut dibarengi dengan penguatan jaringan distribusi melalui penunjukan Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi Hexnode di Indonesia.
Tim menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar.
"Bekerja sama dengan Ingram Micro merupakan tonggak penting bagi kami. Indonesia adalah pasar yang sangat besar sehingga kami membutuhkan distributor yang tepat dan mitra yang kuat untuk tumbuh bersama," katanya.
Melalui kerja sama tersebut, solusi Unified Endpoint Management milik Hexnode akan dipasarkan melalui jaringan reseller, system integrator, dan managed service provider milik Ingram Micro di Indonesia.
Senada dengan Tim, President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap solusi pengelolaan endpoint kini tidak hanya berkaitan dengan keamanan perangkat, tetapi juga efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.
Menurut dia, distributor teknologi kini dituntut tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga membangun kemampuan teknis mitra agar mampu mengimplementasikan solusi kepada pelanggan.
"Peran kami sebagai distributor tidak berhenti pada ketersediaan teknologi semata. Kami membangun kapabilitas lokal yang memungkinkan mitra kami memosisikan, menerapkan, dan mendukung solusi bagi pelanggan mereka secara efektif," kata Mulia.
Baca Juga: Antisipasi Serangan Siber, Elitery Bersama BSSN Roadshow Penguatan Keamanan Siber
Ia mengatakan kehadiran Hexnode akan memperluas pilihan solusi bagi reseller dan system integrator, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan managed services dan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) di bidang endpoint management.
Sementara itu, Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O'Leary mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang diprioritaskan dalam pengembangan bisnis perusahaan di Asia Tenggara.
"Kami merasa terhormat dapat memulai kemitraan distribusi bersama Ingram Micro. Bersama-sama kami ingin membantu lebih banyak organisasi di Indonesia memanfaatkan solusi endpoint management berkelas dunia sekaligus tumbuh bersama ekosistem mitra yang ada," ujarnya.
Hexnode sendiri menyediakan platform Unified Endpoint Management yang memungkinkan perusahaan mengelola berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, Linux, Android, hingga iOS melalui satu konsol terpusat.
Platform tersebut juga dilengkapi kemampuan patch management, pengelolaan aplikasi, otomatisasi, remote monitoring, serta fitur kepatuhan terhadap berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Di tengah meningkatnya ancaman siber, kebutuhan terhadap pengelolaan perangkat yang terintegrasi diperkirakan akan terus meningkat. Bagi perusahaan teknologi global, kondisi tersebut menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar yang besar, tetapi juga salah satu medan persaingan baru dalam industri keamanan siber enterprise.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









