Freeport Bidik Tambang Grasberg Pulih 100 Persen pada Akhir 2027

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan operasional tambang bawah tanah Grasberg kembali mencapai kapasitas penuh pada akhir 2027 pasca ongsoran yang terjadi pada September tahun lalu.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, hingga 2026 produksi dari sisi hulu masih belum sepenuhnya pulih karena perusahaan masih melakukan berbagai perbaikan untuk memastikan keselamatan operasional tambang.
"Sebagaimana diketahui bahwa tahun ini kita PTFI masih hanya dalam kapasitas 60% dari hulunya karena memang akibat dari longsoran yang terjadi di bulan September." kata Tony dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Lakukan Audit Pasca Longsor, Tambang PTFI Belum Beroperasi
Tony menyebut, proses pemulihan dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan aspek keselamatan. Perusahaan melakukan serangkaian perbaikan dan evaluasi menyeluruh agar kondisi tambang benar-benar aman sebelum produksi ditingkatkan kembali.
Tony mengakui proses peningkatan produksi (ramp-up) berjalan lebih lambat dibandingkan rencana awal karena perusahaan tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan pekerja maupun keberlanjutan operasi tambang.
"kita melakukan perbaikan-perbaikan meyakinkan bahwa ini semuanya betul-betul aman sehingga produksi ramp-up-nya agak berjalan tidak seperti yang kita perkirakan," ujarnya.
PTFI memperkirakan produksi tambang pada tahun ini hanya mampu mencapai sekitar 65% dari total kapasitas produksi normal.
Selanjutnya, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75% pada semester I-2027 seiring dengan berlanjutnya proses pemulihan operasional di tambang bawah tanah Grasberg.
Perseroan optimistis produksi akan terus meningkat secara bertahap hingga kembali mencapai 100% kapasitas pada akhir 2027.
"Semester 1 tahun depan akan mencapai 75% dari kapasitas dan menuju akhir tahun di 2027 itu akan menuju ke 100% kapasitas," ucap Tony.
Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya Kementerian ESDM meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memastikan kejadian longsor di tambang bawah tanah mereka tidak terulang sebelum kegiatan produksi kembali dilakukan.
Baca Juga: PTFI Kebut Perbaikan Smelter, Kerahkan Pesawat Antonov
Adapun, sampai saat ini kegiatan operasi produksi di area tambang milik PT Freeport Indonesia masih dihentikan sementara pasca adanya longsor di tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan meski evaluasi sudah dilakukan pihak Freeport, operasi produksi masih dihentikan sementara.
“Freeport sudah melakukan evaluasi terhadap ini. Nah, untuk sementara, untuk yang daerah yang kemarin ada kecelakaan, sementara masih belum boleh dilakukan kegiatan. Kira-kira gitulah, operasi produksi,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








