Kementerian ESDM Masih Lakukan Audit Pasca Longsor, Tambang PTFI Belum Beroperasi

AKURAT.CO Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) belum berproduksi pasca kejadian longsor.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya turut berduka cita atas kejadian tanah longsor yang terjadi tambang bawah tanah PTFI yang mengakibatkan tujuh korban meninggal dunia.
“Yang pertama kita harus turut berdukacita, berbelasungkawa kepada meninggalnya tujuh karyawan dari Freeport. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah kita duga dan pasti semua menyayangkan kejadian ini,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga: Permen ESDM Baru Jadi Tonggak Penataan Hulu Migas Nasional
Dengan adanya insiden ini, Bahlil menuturkan pihaknya langsung bergerak cepat dan melakukan audit total terhadap implementasi operasi tambang bawah tanah PTFI.
Sampai saat ini, Bahlil menyebut operasional di tambang underground dihentikan, sehingga tidak adanya produksi dari tambang tersebut.
“Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan audit yang pihaknya lakukan akan berfokus untuk mengetahui penyebab dari longsornya tambang bawah tanah milil Freeport.
Baca Juga: 190 Tambang Dibekukan, Kementerian ESDM: 10 Sudah Kembali Beroperasi
“Dan setelah itu kita akan mitigasi agar hal-hal yang terjadi sekarang tidak lagi terjadi ke depan. Dan itu dibutuhkan berbagai langkah-langkah terkait dengan teknik sipilnya, teknik tambangnya,” ujar Bahlil.
7 Pekerja Sudah Ditemukan
Tim Penyelamat PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD berhasil mengamankan dan mengevakuasi lima pekerja dari lokasi insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Adapun, lima pekerja tersebut berhasil dievakuasi pada Minggu, 5 Oktober 2025 dan ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia.
Dengan penemuan ini, seluruh 7 (tujuh) rekan kerja kami yang terdampak insiden pada 8 September 2025 telah ditemukan dan proses penyelamatan dinyatakan selesai. Sebelumnya, pada Sabtu, 20 September 2025, dua pekerja yang terjebak juga telah ditemukan oleh tim dari Freeport.
Kronologi Longsor
Adapun, pada Senin malam, 8 September 2025, sekitar pukul 22.00 WIT, terjadi aliran material basah dalam jumlah besar di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Papua.
Peristiwa ini mengakibatkan tertutupnya akses ke sejumlah area tambang serta membatasi jalur evakuasi bagi tujuh pekerja kontraktor.
Lokasi para pekerja yang terjebak telah teridentifikasi, dan mereka diyakini dalam kondisi aman. Saat ini, tim di lapangan fokus melakukan pembersihan akses untuk membuka jalur evakuasi secepat dan seaman mungkin.
Selain itu, kebutuhan logistik bagi pekerja yang terdampak turut disalurkan secara berkelanjutan.
Operasi tambang Grasberg sementara dihentikan untuk memprioritaskan penanganan insiden dan evakuasi pekerja. Pihak perusahaan memastikan bahwa seluruh pekerja lainnya berada dalam kondisi aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








