Bahlil Pastikan HGBT Tetap di Kisaran USD6,5-7 per MMBTU

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mempertahankan harga gas bumi tertentu (HGBT) bagi sektor industri pada kisaran USD6,5 hingga USD7 per MMBTU.
Bahlil menjelaskan, pemerintah bersama pimpinan DPR telah merumuskan sejumlah langkah solutif untuk mengatasi persoalan yang dihadapi industri nasional, terutama terkait kenaikan biaya energi yang berpotensi mengganggu aktivitas produksi.
“Pertama adalah kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah,” kata Bahlil di Komplek Parlemen Senayan, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Kumpulkan PGN, SKK Migas, dan Kemenperin Bahas HGBT
Dalam menyikapi tingginya harga gas internasional, pemerintah membagi skema penanganan menjadi tiga kategori. Untuk industri penerima HGBT, pemerintah memutuskan harga tetap dipertahankan pada level USD6,5 hingga USD7 per MMBTU.
Bahlil mengatakan keputusan tersebut dihasilkan melalui pembahasan intensif bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
“Yang pertama untuk HGBT tetap di angka 6,5 sampai dengan 7 dolar per MMBTU dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina dengan Pak Simon dan Pak Arif sebagai direktur PGN,” ujarnya.
Meski diakui bukan keputusan yang menguntungkan seluruh pihak, pemerintah menilai langkah tersebut perlu dilakukan demi menjaga daya saing industri dan menghindari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Sekali lagi saya sampaikan bahwa untuk HGBT di USD6,5 sampai dengan USD7,” tutur Bahlil.
Dikabarkan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Dasco menerima laporan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat, yang disebut-sebut dipicu tingginya harga gas untuk sektor industri.
Peristiwa tersebut terjadi saat Dasco menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa. Menjelang menyampaikan sambutannya, Dasco memilih menelepon Simon untuk meminta penjelasan terkait persoalan yang dikeluhkan para pekerja.
"Halo, Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Raker KSPI. Ya, saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi, ini saya tadi sudah rancang pidato cuma buyar semua nih gara-gara soal gas," kata Dasco saat menelepon Dirut Pertamina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








