Kementerian ESDM Pastikan Serangan Ukraina ke Rusia Tak Ganggu Pasokan Minyak RI

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan gangguan terhadap produksi minyak Rusia akibat serangan Ukraina belum berdampak langsung terhadap komitmen kerja sama antara kedua negara.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melihat adanya pengaruh signifikan terhadap suplai minyak nasional.
“Kalau saat ini sih kita belum melihat itu ya. Komitmen (kerja sama) kita masih sama seperti yang disampaikan Pak Menteri sebelumnya,” kata Laode di Kementerian ESDM, Senin (4/5/2026) malam.
Laode menjelaskan, pemerintah tidak hanya bergantung pada satu sumber pasokan minyak, melainkan memantau kondisi secara harian dari berbagai negara pemasok untuk menjaga stabilitas suplai energi dalam negeri.
“Kalau kita kan melihat semuanya, bukan hanya dari Rusia, tapi day-to-day kita dari mana itu yang harus kita jaga. Jadi seperti itu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ukraina kembali melakukan serangan ke pangkalan minyak milik Rusia di Laut Baltik dan berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Dikutip dari laman Aljazeera, Senin (4/5/2026) serangan pesawat tak berawak (drone) kembali mewarnai konflik antara Ukraina dan Rusia, kali ini pelabuhan ekspor minyak menjadi sasaran dalam eskalasi terbaru yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ukraina melancarkan serangan ke pelabuhan minyak Primorsk di Laut Baltik Rusia. Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, menyebut serangan tersebut memicu kebakaran di kota pelabuhan, meski tidak menyebabkan tumpahan minyak.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kebut Infrastruktur Pipa Gas Perkuat Konektivitas Sumatra–Jawa
Adapun, langkah Ukraina menyerang fasilitas minyak Rusia diketahui bukan kali pertama.
Tercatat, Ukraina pernah menyerang kilang minyak di Sizran dan kilang Novokuibyshevsk di dekatnya, sekitar 1.000 km (620 mil) dari perbatasan Ukraina.
Sebelumnya, Ukraina telah menyerang kilang Samara, lebih dari 1.000 km (620 mil) di sebelah timur Ukraina, dan kilang Gorky di Nizhny Novgorod, 500 km (310 mil) dari perbatasan Ukraina.
Dengan serangan tersebut membuat produksi minyak Rusia sempat terganggu. Dikutip dari Aljazerra, pengiriman minyak Rusia pada bulan Maret turun sebesar 300.000 barel per hari, dan produk olahan turun sebesar 200.000 barel per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








