ESDM Buka Lelang 8 WK Migas Tahap III 2025, Berikut Rinciannya

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan pelaksanaan lelang Wilayah Kerja (WK) migas tahap III tahun 2025.
Lelang ini menawarkan sebanyak delapan wilayah kerja migas kepada investor, sekaligus mengumumkan pemenang lelang Wilayah Kerja Gagah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengumuman tersebut merupakan arahan langsung dari Menteri ESDM sebagai upaya mendorong peningkatan investasi sektor hulu migas nasional.
Baca Juga: Kuota Impor BBM Swasta 2026 Belum Final, ESDM Tunggu Data Konsumsi
“Pada kesempatan ini sesuai arahan dari Bapak Menteri, kami akan menyampaikan pengumuman lelang wilayah kerja migas tahap 3 tahun 2025 iniuntuk 8 wilayah kerja yang ditawarkan,” kata Laode dalam konferensi pers daring, Senin (22/12/2025).
Laode melanjut, untuk lelang dengan mekanisme penawaran langsung, batas waktu pengajuan dokumen ditetapkan hingga 5 Februari 2026.
Sementara itu, lelang dengan mekanisme reguler memiliki tenggat waktu yang lebih panjang, yaitu hingga 21 April 2026.
“Lelang dengan mekanisme penawaran langsung memiliki batas waktu pengajuan dokumen hingga 5 Februari 2026. Sedangkan lelang dengan mekanisme reguler batas waktunya adalah pengajuan dokumen hingga tanggal 21 April 2026, agak lebih panjang sedikit,” ujar Laode.
Adapun, delapan wilayah kerja (WK) migas yang ditawarkan meliputi sejumlah daerah dengan potensi sumber daya yang beragam.
WK pertama adalah Tapah yang berada di daratan Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi, dengan luas sekitar 800,66 kilometer persegi serta potensi sumber daya diperkirakan mencapai 439 juta barel minyak dan 23 miliar kaki kubik gas.
WK kedua, Nawasena, berlokasi di wilayah darat dan lepas pantai Jawa Timur. Wilayah kerja ini memiliki luas kurang lebih 7.000 kilometer persegi dengan potensi sumber daya gas sekitar 1,3 triliun kaki kubik.
Baca Juga: Kejar Produksi Migas, ESDM Tambah Lelang 8 Wilayah Kerja
Selanjutnya, WK Mabelola yang terletak di daratan dan perairan Sulawesi Tenggara memiliki luas area 7.334 kilometer persegi. Potensi sumber daya di wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 282 juta barel minyak.
WK keempat adalah Arwana 3 yang berada di wilayah lepas pantai Laut Natuna dengan luas area sekitar 5.552 kilometer persegi. Namun, pemerintah belum merinci besaran potensi sumber daya migas di wilayah kerja tersebut.
WK kelima, Tuah Tanah, terletak di wilayah daratan Sumatra Utara dan Riau dengan luas sekitar 3.566 kilometer persegi. Potensi sumber daya minyak di wilayah ini diperkirakan mencapai 52 juta barel.
WK keenam adalah Rangkas yang mencakup wilayah daratan Provinsi Banten dan Jawa Barat. Wilayah ini memiliki luas sekitar 3.970 kilometer persegi dengan potensi sumber daya sebesar 874 juta barel minyak serta 789 miliar kaki kubik gas.
WK ketujuh, Akimeugah I, berada di daratan Papua Selatan dan Papua Pegunungan dengan luas area sekitar 10.791 kilometer persegi. Potensi sumber daya migas di wilayah ini diperkirakan mencapai 15 miliar barel setara minyak.
Sementara itu, WK kedelapan yakni Akimeugah II juga berlokasi di daratan Papua Selatan dan Papua Pegunungan, dengan luas area sekitar 12.987 kilometer persegi. Potensi sumber daya migas yang terkandung di wilayah ini dilaporkan mencapai 15 miliar barel setara minyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









