BIM Prioritaskan 8 Blok Eksplorasi Mineral Kritis Nasional

AKURAT.CO Badan Industri Mineral (BIM) menetapkan delapan blok sebagai prioritas eksplorasi mineral kritis guna memperkuat ketahanan pasokan mineral strategis nasional.
Seluruh blok tersebut dinilai memiliki potensi besar dan berasal dari sumber daya primer (primary resources), bukan sekadar produk ikutan (by-product).
Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto mengatakan, penetapan prioritas tersebut didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data yang telah dilakukan secara komprehensif.
“Ada delapan blok yang memiliki potensi sangat besar. Kesemuanya merupakan primary resources, meskipun di beberapa titik nantinya juga dapat didukung oleh by-product,” kata Brian dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (10/2/2026).
Brian menjelaskan, beberapa blok prioritas berada di wilayah Bangka Belitung, yakni Blok Toboali, Blok Keposang, Blok Mentikus, dan Blok Batubesi yang membentuk satu klaster pengembangan.
Selain rare earth elements (REE), kawasan ini juga memiliki potensi mineral lain seperti tungsten, tantalum, dan antimon.
“ini juga ada beberapa mineral lainnya yang tadi kami sampaikan yaitu tungsten, tantalum, dan antimon. Mineral ini sangat besar perannya untuk industri pertahanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brian mengharapkan pengembangan klaster Bangka Belitung dapat terintegrasi dengan pengelolaan produk ikutan PT Timah.
Khususnya, monasit yang mengandung rare earth, sehingga tercipta efisiensi dan nilai tambah dalam rantai industri mineral nasional.
Selain klaster Bangka Belitung, BIM juga menetapkan Blok Melawi, Blok Boyan Hulu, Blok Mamuju, dan Blok Bombana sebagai prioritas eksplorasi.
Delapan blok tersebut saat ini tengah menjadi fokus penelitian intensif guna memastikan karakteristik geologi, potensi cadangan, serta kelayakan pengembangan industrinya.
Brian menegaskan, ke depan BIM akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan rekomendasi pengelolaan wilayah tambang, termasuk terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
“Sehingga pengelolaan ini, pengelolaan IUP-nya dapat diberikan kepada badan usaha milik negara sebagaimana diminta oleh Bapak Presiden,” tutur Brian.
Daftar 8 Blok Prioritas BIM yang akan dieksplorasi:
Blok Tobali (Bangka Belitung)
- Tungsten: sekitar 8.287 ppm
- REE: sekitar 2.391 ppm
- Tantalum
- Luas: sekitar 10.000 ha
Blok Keposang
- Rare Earth Elements: total ~1.000 ppm
- Luas: ~5.000 ha
Blok Melawi (Kalimantan Barat)
- Rare Earth Elements: total ~81.720 ppm
- Luas: ~54.000 ha
- ±20% berada di kawasan hutan lindung
Blok Boyan Hulu (Kalimantan Barat)
- Target komoditas: Antimony (~70–95%)
- Luas: ~8.492 ha
- ±15% kawasan hutan lindung
Blok Mentikus
- Timah: ~23.400 ppm
- Tungsten: ~9.000 ppm
- Luas: ~200 ha
- Status WIUP: menunggu konfirmasi
Blok Batubesi
- Timah: ~5.000 ppm
- Tungsten: ~2.500 ppm
- Luas: ~500 ha
Blok Mamuju (Sulawesi Barat)
- Rare Earth Elements: ~2.000 ppm
- Luas: ~23.000 ha
Blok Bombana (Sulawesi Tenggara)
- REE: ~220 ppm
- Antimony: ~6.170 ppm
- Luas: ~64.000 ha
- ±60% kawasan hutan lindung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









