Living Lab Ventures Sinar Mas Land Perkuat Inovasi di BSD City, Targetkan Investasi Global dan Penciptaan Lapangan Kerja

AKURAT.CO Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, kembali memaparkan arah strategi investasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kolaborasi lintas negara, pengembangan bisnis baru, serta penciptaan lapangan kerja berbasis inovasi. Berbasis di BSD City, Tangerang, LLV memanfaatkan kawasan ini sebagai pusat uji coba solusi urban dan healthcare sebelum diperluas ke skala nasional.
Lewat pengelolaan empat dana investasi tematik, pendekatan go-to-market yang konkret, serta program kemitraan global seperti International Landing Pad dan InnoLab, LLV ingin menjadikan BSD City sebagai “launchpad” inovasi bagi perusahaan lokal maupun internasional yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
BSD City: “Mini Singapura” dengan Akses Langsung ke Pasar Indonesia
CEO Digital Business Sinar Mas Land sekaligus Managing Partner Living Lab Ventures, Mulyawan Gani, menjelaskan bahwa banyak perusahaan global masih menjadikan Singapura sebagai pintu masuk ke Asia Tenggara. Alasannya beragam, mulai dari akses pendanaan hingga ketersediaan talenta.
Namun, menurutnya, Singapura lebih berperan sebagai hub dibanding pasar utama. Dengan populasi ASEAN yang mencapai ratusan juta orang, Indonesia justru menawarkan peluang jauh lebih besar.
BSD City kemudian diposisikan sebagai alternatif strategis. Dengan populasi sekitar 500 ribu orang dan luas yang kerap disebut sebagai “sepersepuluh Singapura”, kawasan ini dikembangkan sebagai kota mandiri, smart city, sekaligus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang fokus pada sektor:
-
kesehatan,
-
pendidikan,
-
digital,
-
industri kreatif.
Keberadaan KEK memungkinkan investor memanfaatkan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk melakukan uji coba bisnis, proof of concept (PoC), hingga implementasi produk secara nyata.
“BSD kami posisikan sebagai entry point. Tempat untuk melakukan proof of concept (POC), uji coba pasar, dan implementasi go-to-market strategy,” ujar Mulyawan Gani dalam acara Corporate Update & Media Briefing Living Lab Ventures di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Target akhirnya bukan sekadar sukses di BSD, melainkan membawa inovasi tersebut menembus pasar nasional, termasuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
“Tujuan kita bukan hanya sukses di BSD dengan 500 ribu penduduk, tetapi benar-benar berdampak ke pasar Indonesia yang jauh lebih besar, termasuk Jakarta dengan lebih dari 15 juta orang.”
Tiga Strategi Utama Living Lab Ventures
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, memaparkan bahwa LLV mengusung tiga pendekatan inti dalam setiap investasinya.
Synergy-First Investment
LLV menempatkan potensi sinergi dengan ekosistem BSD City sebagai prioritas, bahkan sebelum perhitungan finansial murni. Dengan memiliki kota terintegrasi sebagai “laboratorium hidup”, investasi dapat langsung diuji di lapangan.
"Startup mendapatkan captive market dan use case nyata di BSD City, sementara kota mendapatkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Bayu dalam kesempatan yang sama.
Closed-Loop Ecosystem
LLV mengembangkan sistem terintegrasi dari tahap investasi, pengujian, implementasi, hingga komersialisasi dalam satu kawasan. Pendekatan ini membuat proses adopsi teknologi berjalan lebih cepat dan terukur.
Global Partnership
Selain menanamkan modal, LLV aktif menjalin kerja sama lintas negara dengan pemerintah dan institusi internasional. Strategi ini membuka akses bagi perusahaan asing untuk masuk ke Indonesia sekaligus membantu startup lokal berekspansi ke luar negeri.
Empat Dana Investasi Tematik LLV
Saat ini Living Lab Ventures mengelola empat fund dengan fokus sektor berbeda, yaitu:
-
City Centric Fund
-
Healthcare Fund
-
Urban Gateway Fund
-
Japan Thematic Fund
Dua dana terakhir melibatkan investor eksternal sebagai limited partners, menandakan meningkatnya kepercayaan global terhadap strategi LLV. Secara keseluruhan, portofolionya mencakup lebih dari 30–40 startup, termasuk investasi ke perusahaan modal ventura lain.
Pendekatan berbasis tema ini membuat LLV lebih fokus membangun dampak nyata di sektor-sektor yang sejalan dengan visi pengembangan BSD City, terutama urban innovation dan layanan kesehatan.
International Landing Pad: Jalan Cepat Perusahaan Global Masuk Indonesia
Bagi perusahaan asing yang ingin menjajaki pasar Tanah Air, LLV menghadirkan program International Landing Pad. Selama enam bulan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas untuk memahami karakteristik pasar Indonesia, mulai dari kantor gratis hingga akses ke jaringan bisnis Sinar Mas Group.
Program ini juga menyediakan business matchmaking, networking rutin, serta pertemuan cepat dengan calon mitra. Dalam empat tahun terakhir, LLV telah bekerja sama dengan berbagai pemerintah luar negeri, termasuk dari Australia dan Jepang.
Tujuannya sederhana: mengurangi risiko ekspansi dengan memberi ruang uji coba sebelum perusahaan benar-benar berinvestasi penuh.
LLV Innovation Lab untuk Uji Teknologi di Dunia Nyata
Untuk perusahaan berbasis teknologi dan kekayaan intelektual yang masih ragu melakukan ekspansi besar, LLV membuka Innovation Lab. Di sini, teknologi dapat diuji langsung dalam berbagai skenario kota, mulai dari transportasi, pengelolaan sampah, properti, hingga layanan kesehatan.
Melalui proses matchmaking, akselerasi bisnis, dan PoC, perusahaan bisa menilai kesiapan pasar sebelum melangkah lebih jauh.
Southeast Asia Business Connect: Dorong Ekspansi Regional
Tak hanya menarik investasi masuk, LLV juga meluncurkan inisiatif Southeast Asia Business Connect. Program ini menggandeng berbagai lembaga internasional seperti Enterprise Singapore, MDEC Malaysia, BDV Brunei, mitra Vietnam, pemerintah Victoria dan New South Wales, hingga Berlin Partner.
LLV menjadi satu-satunya entitas swasta di tengah dominasi mitra pemerintah. Lewat kolaborasi ini, Asia Tenggara dipromosikan sebagai destinasi inovasi global, sekaligus membuka jalan bagi startup Indonesia untuk berekspansi ke negara tetangga sebelum menembus pasar dunia.
Fokus pada Healthcare dan Urban Innovation
Pengembangan investasi di sektor kesehatan sejalan dengan visi BSD City membangun world-class healthcare hub terintegrasi. LLV melihat transformasi layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi banyak pihak—dari investor, inovator, rumah sakit, hingga regulator—agar inovasi dapat diadopsi secara berkelanjutan.
Dengan menggabungkan strategi investasi, pendekatan go-to-market, serta kemitraan internasional, LLV ingin memastikan setiap proyek benar-benar menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja baru.
Penutup: BSD City sebagai Launchpad Inovasi Nasional
Melalui empat fund strategis, program ekspansi internasional, dan kekuatan ekosistem kota terintegrasi, Living Lab Ventures menempatkan BSD City sebagai pusat uji coba sekaligus akselerator inovasi urban dan healthcare di Indonesia.
Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan investasi teknologi, kolaborasi global, dan transformasi kota pintar di Tanah Air, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Dukung Mobilitas Kawasan Serpong–BSD
Baca Juga: BARDI Smart Home Resmi Membuka BARDI Experience Store BSD
FAQ
1. Apa itu Living Lab Ventures?
Living Lab Ventures (LLV) adalah corporate venture capital milik Sinar Mas Land yang fokus berinvestasi di startup dan perusahaan teknologi untuk mendorong inovasi urban, healthcare, serta pengembangan ekosistem bisnis di BSD City.
2. Apa tujuan utama LLV berinvestasi di BSD City?
LLV ingin menjadikan BSD City sebagai pusat uji coba solusi inovatif sebelum diperluas ke skala nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi baru di Indonesia.
3. Mengapa BSD City disebut sebagai “mini Singapura”?
BSD City disebut demikian karena dikembangkan sebagai kota mandiri dan smart city dengan populasi besar, memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta menjadi gerbang masuk investor global ke pasar Indonesia.
4. Apa saja sektor yang menjadi fokus Living Lab Ventures?
LLV memprioritaskan sektor urban innovation dan healthcare, serta bidang lain seperti pendidikan, digital, dan industri kreatif yang sejalan dengan pengembangan BSD City.
5. Apa saja dana investasi yang dikelola Living Lab Ventures?
Saat ini LLV mengelola empat fund tematik:
-
City Centric Fund
-
Healthcare Fund
-
Urban Gateway Fund
-
Japan Thematic Fund
6. Apa itu International Landing Pad?
International Landing Pad adalah program LLV yang membantu perusahaan asing mencoba pasar Indonesia selama enam bulan melalui fasilitas kantor gratis, akses jaringan bisnis, hingga business matchmaking.
7. Bagaimana fungsi LLV Innovation Lab?
LLV Innovation Lab membantu perusahaan teknologi menguji produknya langsung di BSD City melalui proof of concept, akselerasi bisnis, dan kolaborasi dengan mitra lokal.
8. Apa itu Southeast Asia Business Connect?
Ini adalah inisiatif regional LLV untuk menarik perusahaan global ke Asia Tenggara sekaligus membantu startup lokal berekspansi ke negara-negara kawasan.
9. Mengapa sektor kesehatan menjadi perhatian utama LLV?
LLV melihat transformasi layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi antara investor, inovator, penyedia layanan, dan regulator agar inovasi bisa diadopsi secara berkelanjutan.
10. Apa dampak strategi LLV bagi ekonomi Indonesia?
Strategi tersebut ditujukan untuk mempercepat implementasi inovasi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









