Akurat

Kementerian ESDM Resmikan Kilang Mini LNG Pertama di Jawa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 12 Februari 2026, 08:30 WIB
Kementerian ESDM Resmikan Kilang Mini LNG Pertama di Jawa

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peresmian Kilang Mini LNG PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.

Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, peresmian kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa.

Peresmian ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tetapkan Kuota Nikel 2026 Sebesar 260-270 Juta Ton

“Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Yuliot dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Kilang Mini LNG milik PT Liquid Nusantara Gas memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Gas tersebut kemudian diolah menjadi LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.

Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.

Yuliot berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi role model bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia.

Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi. Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86% dari informasi yang kami terima.

“Jika dibandingkan dengan standar yang kita tetapkan sekitar 30–40%, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi Mr. Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina,” jelasnya.

Baca Juga: ESDM Susun Roadmap Hidrogen Nasional, Target 199 Ton Hijau

Di lahan seluas satu hektare, PT Liquid Nusantara Gas kini mengoperasikan unit-unit modular cryobox.

Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas Wira Rahardja menyatakan bahwa saat ini ada tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan akan ditambah menjadi lima.

“Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” ujar Wira.

Cryobox merupakan pemanfaatan teknologi Nano LNG Liquefaction, yakni kombinasi unik prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant (propana) tertutup yang memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit.

Karakter modular dan cepat operasional itulah yang membuat instalasi cocok untuk lokasi industri atau pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur tetap yang besar.

“Proyek ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, memperluas pilihan bahan bakar bersih, dan mengembangkan infrastruktur modern di wilayah kepulauan,” jelas Duta Besar Argentina untuk Indonesia Gustavo Ricardo Coppa.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.