Kementerian ESDM Resmikan Pengiriman Pipa Perdana Proyek Transmisi Gas Dusem

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui percepatan pembangunan infrastruktur Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai - Sei Mangkei (Dusem).
Pembangunan pipa gas ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mengintegrasikan infrastruktur gas bumi di wilayah Sumatera Utara hingga Riau.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman mengatakan bahwa pembangunan pipa transmisi gas Dusem merupakan salah satu perwujudan dari kebijakan Pemerintah dalam program diversifikasi energi dan percepatan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
Pemerintah, kata Laode terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi dalam upaya merealisasikan kemudahan akses gas dengan menjangkau beberapa wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Lanjutkan Proyek Pipa Cisem-Dusem, Wamen ESDM Minta Tambahan Anggaran Rp4,24 Triliun
“Pembangunan pipa transmisi gas bumi ini bertujuan memberikan akses energi kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat," kata Laode dikutip dari laman KESDM, Jumat (20/2/2026).
Proyek yang memiliki nilai investasi dengan total pagu sebesar Rp6,5 Triliun ini dirancang untuk memiliki volume desain sebesar 109,2 MMSCFD.
Pembangunan yang telah dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2027 ini diharapkan dapat mengintegrasikan jaringan pipa transmisi gas di sepanjang Pulau Sumatera, guna mendukung hilirisasi industri dan penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
Laode pun mengungkapkan apresiasinya kepada tim yang terlibat, sehingga Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
"Lalu kami sampaikan terima kasih juga kepada Kerja Sama Operasi (KSO) 1 dan KSO 2 yang juga telah melakukan kerja sama yang sangat kompak dengan Krakatau Steel dan Krakatau Pipe dan tim kami sehingga proses dari pipa ini bisa berjalan, saya lihat timeline-nya masih sangat sesuai," ucap Laode
Proyek jaringan pipa transmisi gas Dusem sepanjang total kurang lebih 541,8 km dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1, yaitu SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km, dengan kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya, memiliki nilai kontrak Rp3,6 Triliun.
Sementara Segmen 2 Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas Duri sepanjang 262 km dengan kontraktor pelaksana KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia memiliki nilai kontrak Rp2,8 Triliun.
Berdasarkan data laporan proyek, hingga minggu ke-8, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian yang positif dan berada di atas target yang ditetapkan. Realisasi pada _Engineering-Procurement-
Pipa yang digunakan dalam proyek ini juga merupakan pipa produksi dalam negeri dengan target komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EPC sebesar 60,9% untuk Segmen 1 dan 62,49% untuk Segmen 2.
Percepatan progres fisik ini didukung oleh kelancaran distribusi material, di mana pengiriman pipa Batch 1 untuk Segmen 1 telah dimulai sejak 14 Februari 2026, dengan total sebanyak 1.900 batang melalui jalur laut menggunakan tongkang atau barge.
Ini akan segera disusul oleh pengiriman Batch 1 Segmen 2 dengan total sebanyak 130 batang per hari melalui jalur darat menggunakan armada trailer lowbed pada 23 Februari 2026.
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, pada kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, atas kepercayaan yang telah diberikan kepada PT Krakatau Pipe Industries untuk turut berpartisipasi dalam proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem.
"Proyek ini merupakan proyek besar, kalau tidak ada hubungan baik dan kerjasama dengan pihak kontraktor kerjanya akan sulit tapi dengan teamwork yang baik, harusnya ini bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk kita selesaikan dengan lancar. Kami siap men-support dan berpartisipasi, yang jelas kami tidak akan membuang kesempatan kepercayaan telah diberikan kepada kami," ujar Rony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









