Akurat

Pemulihan Aceh Tamiang Berlanjut, Sekolah Alam Darurat Diresmikan

Hefriday | 29 Januari 2026, 21:10 WIB
Pemulihan Aceh Tamiang Berlanjut, Sekolah Alam Darurat Diresmikan

AKURAT.CO Dua bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, proses pemulihan warga masih terus berjalan.

Di tengah upaya panjang tersebut, perhatian mulai bergeser dari sekadar pembangunan fisik menuju pemulihan sosial dan psikologis, terutama bagi anak-anak penyintas bencana.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, bersama Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dan pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya, meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan itu, PTPN IV PalmCo meresmikan Sekolah Alam Darurat sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi ibu dan anak.

Baca Juga: Posko Trauma Healing PTPN Group Hadirkan Tawa di Tengah Duka

Sekolah Alam Darurat tersebut diperuntukkan bagi anak usia 6–12 tahun yang terdampak banjir. Fasilitas ini menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap dapat belajar, bermain, dan memulihkan kondisi psikologis mereka di tengah keterbatasan sarana pendidikan pascabencana.

“PTPN IV PalmCo ini paling cepat hadir membantu. PTPN mantap,” ujar Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail.

Dirinya mengapresiasi konsistensi perusahaan yang dinilainya hadir sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan.

“Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua bantuan ini menjadi amal ibadah,” lanjut Ismail.

Selain Sekolah Alam Darurat, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak, paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan BenihBaik Indonesia. Bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dan kesehatan keluarga penyintas banjir.

Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya menilai kehadiran ruang belajar darurat memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan anak-anak korban bencana. Menurutnya, bencana tidak boleh menjadi titik putus bagi tumbuh kembang generasi muda.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Hadirkan Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Aceh Tamiang

“Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu diyakinkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar tempat belajar, tapi simbol bahwa ada harapan dan masa depan yang terus diperjuangkan,” kata Andy.

Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. “Ketika BUMN, pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta masyarakat sipil hadir bersama, manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang paling rentan,” ujarnya.

Konsistensi kehadiran negara menjadi benang merah keterlibatan PTPN IV PalmCo di Aceh Tamiang. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa sebagai BUMN, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat menghadapi situasi krisis.

“Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dirinya menyebut PTPN IV PalmCo termasuk pihak pertama yang masuk ke Aceh Tamiang sejak hari-hari awal banjir bandang.

Huntara Danantara sendiri berdiri di atas lahan milik PTPN seluas 5,85 hektare dengan kapasitas sekitar 600 unit. Selain menyiapkan lahan, perusahaan juga mendukung proses land clearing, pembangunan fasilitas umum, hingga pengamanan kawasan.

PTPN IV PalmCo juga menyiapkan lahan tambahan untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang direlokasi. Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal semata.

“Kami ingin saudara-saudara kita di Huntara ini menyatu dengan desa sekitar, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan sosial,” katanya.

Ia memastikan perusahaan akan terus terlibat dalam proses pemulihan Aceh Tamiang. “Aset dan karyawan kami juga terdampak. Jadi kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak akan bosan membantu,” ujar Jatmiko.

Huntara Danantara merupakan proyek kolaborasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia yang sebelumnya dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.

Di Aceh Tamiang, hunian sementara tersebut kini tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk memulihkan harapan dengan negara yang tetap hadir, dari masa darurat hingga fase bangkit kembali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi