Akurat

Pengguna Commuter Line 2025 Tembus 401 Juta, Naik 7 Persen

Andi Syafriadi | 27 Januari 2026, 17:50 WIB
Pengguna Commuter Line 2025 Tembus 401 Juta, Naik 7 Persen

AKURAT.CO KAI Commuter mencatatkan tren pertumbuhan positif yang konsisten sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan kinerja tahunan, total volume pengguna Commuter Line secara nasional menembus angka 400.997.610 orang.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,08% dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 374.484.307 orang.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, memaparkan bahwa pertumbuhan volume pengguna terjadi di seluruh area layanan KAI Commuter.

Baca Juga: Libur Isra Mikraj, KAI Commuter Tambah Perjalanan Yogya–Palur

Di Jabodetabek, berdasarkan data yang dibukukan volume pengguna mencapai 349.311.251 orang, untuk Area 1 Merak melayani 4.463.498 orang, dan 2.347.314 orang untuk pengguna Commuter Line Basoetta.

Sedangkan di Area II Bandung data menyebutkan sebanyak 18.727.224 orang, Wilayah VI Yogyakarta mencatat 10.131.789 orang, dan Wilayah VIII Surabaya di angka 16.016.534 orang.

“Tahun 2025 menjadi momentum penguatan konektivitas. Kami mengoperasikan total 1.294 perjalanan setiap harinya untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar,” kata Purnomo dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Rincian perjalanan tersebut mencakup 1.065 perjalanan di Jabodetabek, 14 perjalanan di Area Merak, dan 70 perjalanan di Commuter Line Basoetta.

Untuk Area II Bandung sendiri mengoperasikan 58 perjalanan, Area VI Yogyakarta dengan 37 perjalanan, dan 50 perjalanan di Area VIII Surabaya.

KAI Commuter juga terus menjaga keandalan operasional dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) yang konsisten di tahun 2025 ini, yakni di angka 99,3% untuk ketepatan keberangkatan dan 98,8% untuk ketepatan kedatangan.

Baca Juga: KAI Commuter Bantah Pecat Petugas KRL Terkait Penumpang Kehilangan Tumbler Tuku

Khusus di Jabodetabek, KAI Commuter mencatatkan Bogor Line menjadi line tertinggi dalam mobilisasi Masyarakat Depok, Cibiniong, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor sebanyak 153.538.393 orang, disusul oleh Cikarang Line dengan total 85.936.774 orang.

Sementara itu, Stasiun Manggarai menjadi stasiun transit terpadat dengan total pengguna 57.517.269 orang, diikuti Stasiun Tanah Abang sebanyak 44.062.572 orang.

Lebih lanjut, Purnomo menambahkan bahwa layanan Commuter Line memberikan dampak luas, salah satunya melalui reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg.

Usai dioperasikan kembali pada akhir 2024 lalu, stasiun ini memberi dampak signifikan bagi masyarakat sekitar yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Hal ini tergambar dari hasil survei dan penelitian terkait perubahan sosial, ekonomi, dan tata lingkungan masyarakat usai satu tahun reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang dilakukan KAI Commuter bersama mitra peneliti,” ujar Purnomo.

Munculnya banyak usaha baru (UMKM) di sekitar stasiun serta peningkatan harga tanah dan nilai properti menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Secara sosial, keberadaan stasiun mengubah perilaku mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, hadirnya Stasiun Pondok Rajeg berhasil memperbaiki tata lingkungan secara visual dan fungsional bagi warga sekitar.

Butuh inisiatif dan peran stakeholders dalam kolaborasi pengembangan layanan stasiun sehingga konektivitas dan kemudahan untuk transportasi lanjutan tersedia. Dengan demikian akan terbangun ekosistem dan integrasi transportasi dengan layanan sosial masyarakat wilayah sekitar.

“Kami sampaikan terima kasih kepada jutaan pengguna yang masih setia menjadi pelanggan Commuter Line dan tak lupa juga untuk regulator yang memberikan kepercayaan kepada KAI Commuter untuk melayani pengguna Commuter Line di 217 stasiun,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.