Akurat

Kayu Aro Genap Seabad, PalmCo Dorong Rebranding dan Keberlanjutan

Hefriday | 15 Januari 2026, 00:11 WIB
Kayu Aro Genap Seabad, PalmCo Dorong Rebranding dan Keberlanjutan

AKURAT.CO Seratus tahun bukan sekadar angka bagi Kebun Teh Kayu Aro di Kerinci, Jambi. Usia satu abad ini menjadi simbol ketahanan, warisan sejarah, sekaligus fondasi penting industri teh nasional.

Memasuki awal 2026, PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), menegaskan arah baru pengelolaan Kayu Aro melalui rebranding produk, penguatan standar mutu, dan strategi keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar global.

Didirikan sejak 1925 di lereng Gunung Kerinci dengan ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, Kebun Teh Kayu Aro dikenal sebagai salah satu kebun teh tertua dan tertinggi di Asia Tenggara.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Hadirkan Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Aceh Tamiang

Kini, di tengah perubahan selera konsumen dan ketatnya persaingan industri minuman global, Kayu Aro tak hanya mengandalkan sejarah, tetapi juga transformasi bisnis berbasis kualitas, efisiensi, dan identitas merek yang relevan dengan generasi muda.

Puncak Seabad Kayu Aro

Peringatan satu abad Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 dengan tajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita”.

Acara ini berlangsung di kawasan kebun teh dengan latar hamparan hijau khas Kerinci, dihadiri jajaran manajemen PalmCo, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.

Baca Juga: PalmCo Gerak Cepat Pulihkan 12 Wilayah Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor

Kehadiran Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan posisi Kayu Aro bukan hanya sebagai aset perusahaan, tetapi juga pilar ekonomi dan identitas daerah.

Lebih dari Aset Bisnis

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menekankan bahwa Kebun Teh Kayu Aro memiliki nilai strategis yang melampaui aspek komersial semata.

Menurutnya, Kayu Aro adalah bagian dari perjalanan panjang industri perkebunan Indonesia. Setelah satu abad, kebun teh ini kini sepenuhnya dikelola oleh anak bangsa merupakan sebuah capaian yang merepresentasikan kemandirian industri nasional.

Ke depan, tantangan PalmCo bukan hanya menjaga kontinuitas produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar internasional tanpa kehilangan basis kuat di pasar domestik.

Strategi ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi, terutama bagi masyarakat sekitar yang bergantung pada ekosistem perkebunan.

Momentum satu abad dimanfaatkan PalmCo sebagai ruang akselerasi. Salah satu langkah konkret adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro.

Rebranding ini ditujukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan preferensi konsumen modern, khususnya generasi muda, tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat.

Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menegaskan transformasi dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, dengan tetap menjaga keunikan Kayu Aro sebagai diferensiasi utama.

Peningkatan produktivitas, konsistensi mutu, serta praktik keberlanjutan menjadi fondasi pengelolaan kebun teh memasuki abad kedua.

Kinerja Bisnis dan Jejak Global

Dari sisi bisnis, performa Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif. Sejak 2008, sekitar 4,5 persen dari total produksi teh PTPN IV disuplai oleh Kebun Teh Kayu Aro.

Produk ini memiliki rekam jejak global yang kuat. Teh Kayu Aro dikenal pernah menjadi favorit keluarga kerajaan Belanda, termasuk Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, dan Ratu Beatrix serta diminati pasar internasional berkat aroma khas dan karakter rasa premium. Hingga kini, distribusi Teh Kayu Aro telah menjangkau berbagai negara.

PalmCo juga mengintegrasikan produksi teh dengan pelestarian lingkungan, edukasi sejarah, dan pengembangan agrowisata. Kebun Teh Kayu Aro diposisikan sebagai ekosistem berkelanjutan yang memadukan komoditas perkebunan dengan nilai konservasi alam dan potensi wisata berbasis edukasi.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global yang menuntut produk agribisnis tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, Kebun Teh Kayu Aro merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas daerah. Bupati Monadi menilai keberadaan kebun teh ini berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal dan pariwisata.

Sinergi antara pemerintah daerah dan PalmCo diharapkan terus diperkuat agar kejayaan Kayu Aro sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Awal Babak Baru Teh Kayu Aro

Memasuki abad kedua, PalmCo menatap masa depan Kayu Aro dengan optimisme. Sejarah panjang dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar nostalgia.

Seratus tahun menjadi awal babak baru dalam mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai simbol mutu, warisan, dan adaptasi terhadap zaman.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Kayu Aro memilih bertumbuh dengan caranya sendiri yakni menjaga kualitas, merawat sejarah, dan terus berinovasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi