Struktur Saham CBDK Berubah, PANI Kuasai 87 Persen

AKURAT.CO Perubahan struktur kepemilikan saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menjadi sorotan pasar modal di awal 2026.
Emiten properti yang terafiliasi dengan kawasan Pantai Indah Kapuk ini mengalami pergeseran pemegang saham pengendali secara signifikan, seiring menyusutnya kepemilikan PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya (Salim Group).
Di saat yang sama, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) justru tampil sebagai pemegang mayoritas saham CBDK. Kondisi ini memicu pertanyaan investor, terutama setelah harga saham CBDK tercatat melemah tajam sepanjang Januari 2026.
Baca Juga: CBDK Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Tumbuh 74% Persen di Kuartal III-2025
Perubahan kepemilikan saham, rights issue, hingga pergerakan harga saham PANI dan CBDK menjadi kata kunci yang ramai dicari investor ritel di jam perdagangan XX WIB.
Kepemilikan Agung Sedayu dan Salim Group Menyusut Tajam
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (11/1/2026) berdasarkan data per 30 Desember 2025, kepemilikan saham PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya atas CBDK menyusut drastis. Masing-masing kini hanya menggenggam 77.519.380 saham atau setara 1,365%.
Padahal, pada bulan sebelumnya, kedua entitas tersebut masih menguasai sekitar 1,25 miliar saham atau 22,05% dari total saham beredar CBDK. Penurunan ini menandai perubahan besar dalam struktur kepemilikan emiten properti tersebut.
Di sisi lain, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 justru meningkatkan kepemilikannya secara agresif. Per akhir Desember 2025, PANI menguasai 4.947.011.240 saham atau setara 87,27% saham CBDK.
Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan posisi sebelumnya yang hanya 2.605.050.000 saham atau sekitar 45,9%. Aksi ini menjadikan PANI sebagai pemegang saham mayoritas CBDK.
Transaksi Internal Grup, Kontrol Tetap Sama
Peningkatan kepemilikan PANI merupakan hasil transaksi pembelian saham dari Agung Sedayu dan Tunas Mekar Jaya. Dana yang dikeluarkan PANI untuk menebus saham CBDK mencapai Rp15,12 triliun, yang bersumber dari hasil rights issue perseroan.
Meski demikian, pasar menilai tidak ada perubahan pengendali secara substansial. Pasalnya, PANI sendiri masih berada di bawah kendali Agung Sedayu dan Salim Group, sehingga transaksi ini lebih mencerminkan restrukturisasi internal grup usaha.
Dengan kepemilikan langsung Agung Sedayu dan Salim Group di bawah 5%, porsi saham free float CBDK meningkat menjadi 12,73% dari sebelumnya 10%. Secara teori, kenaikan free float dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar.
Namun, data menunjukkan jumlah pemegang saham CBDK justru menurun. Per akhir Desember 2025, tercatat 26.383 pemegang saham, berkurang 7.119 pihak dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 33.502 investor.
Saham CBDK Anjlok Sepanjang Januari 2026
Sejalan dengan dinamika tersebut, saham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) mengalami tekanan cukup dalam. Sepanjang Januari 2026 berjalan, harga saham CBDK anjlok 23,87% ke level Rp7.175 per saham.
Pelemahan ini terjadi di tengah minimnya sentimen baru dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham properti berkapitalisasi besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









