Akurat

Bahlil Kaji Diskon Tarif Listrik bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra

Dedi Hidayat | 8 Januari 2026, 20:38 WIB
Bahlil Kaji Diskon Tarif Listrik bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji pemberian diskon tarif listrik untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pihaknya masih menghitung soal rencana diskon tarif listrik.

“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon. Namun kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa. Jadi kita lagi menghitung,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).

Bahlil melanjutkan, rencana tarif diskon ini bakal dibawa ke Presiden Prabowo Subianto sebelum benar diterapkan oleh KESDM.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tarif Listrik 2026 Tak Naik, Diskon Belum Dibahas

“Saya tapi saya pastikan saya akan laporkan kepada Bapak Presiden, karena pasti Bapak Presiden juga sudah memerintahkan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM melepas pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.

Genset itu ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik. Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.

Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sementara bantuan kompor gas dan kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar cepat tiba di lokasi tujuan.

“Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Halim dikutip, Minggu (28/12/2025).

Bahlil menekankan bahwa genset merupakan solusi sementara bagi wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan dan belum dapat dipulihkan karena kondisi genangan air. 

Meski jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, sejumlah daerah masih menghadapi masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.

"Kita tahu semua bahwa listrik khususnya di Aceh secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya, itu semua sudah terkoneksi. Tetapi kita tahu bahwa kondisi untuk jaringan rendahnya masih banyak daerah-daerah yang belum bisa kita masuki. Ini terjadi karena infrastruktur yang belum selesai," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.