AKURAT.CO Pemerintah menegaskan keberhasilan swasembada pangan tidak hanya soal kecukupan pasokan, tetapi juga tentang hadirnya negara dalam menjamin harga dan kepastian usaha tani.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut, kebijakan serapan gabah oleh Perum Bulog menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan petani.
"Sepanjang 2025, Bulog mencatat pengadaan beras terbesar sepanjang sejarah dengan pembelian gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram," ujarnya di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Kepastian harga tersebut mendorong petani untuk meningkatkan produksi tanpa kekhawatiran anjloknya harga saat panen raya.
Pemerintah memastikan kebijakan tersebut dijalankan secara konsisten di berbagai daerah sentra produksi.
Baca Juga: Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo: Dalam Setahun Sudah Bisa Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Dari sisi pasokan nasional, produksi beras yang mencapai lebih dari 34 juta ton memberikan ruang fiskal dan ekonomi yang lebih stabil.
Pemerintah memiliki fleksibilitas dalam mengelola stok, termasuk untuk penyaluran bantuan bencana dan pengendalian inflasi pangan.
Cadangan beras pemerintah yang sempat menembus 4,2 juta ton pada 2025 menjadi indikator kuatnya ketahanan stok nasional.
Meski sebagian telah disalurkan, posisi cadangan awal 2026 tetap dinilai aman untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya di Karawang menegaskan bahwa swasembada beras merupakan simbol keberpihakan negara kepada petani.
Pemerintah, menurut Presiden, hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjamin keberlanjutan usaha tani.
Upaya tersebut didukung oleh penguatan infrastruktur pertanian, mulai dari perbaikan irigasi hingga peningkatan logistik distribusi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perdagangan berperan memastikan hasil panen dapat terserap dan terdistribusi secara merata.
Selain itu, pengendalian praktik mafia pangan turut menjaga keseimbangan pasar. Penegakan hukum terhadap pelanggaran distribusi dan perizinan dinilai mampu menekan distorsi harga yang selama ini merugikan petani dan konsumen.
Bagi petani, keberhasilan swasembada beras menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian. Jaminan harga dan serapan memberi sinyal kuat bahwa bertani kembali menjadi aktivitas yang layak secara ekonomi.
Pemerintah berharap semangat produksi petani dapat terus terjaga pada tahun-tahun mendatang. Dengan fondasi kebijakan yang telah dibangun, swasembada beras diharapkan berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional dan ketahanan sosial masyarakat.
Swasembada beras tidak hanya diposisikan sebagai capaian tahunan, tetapi sebagai sistem berkelanjutan yang memastikan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










